KONSEP, ALIRAN DAN SEJARAH KOPERASI

A. KONSEP KOPERASI

KONSEP KOPERASI BARAT

Konsep koperasi barat menyatakan bahwa koperasi merupakan organisasi swasta, yang di bentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan,dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.

 Dampak langsung koperasi terhadap anggotanya adalah ;
1. Promosi kegiatan ekonomi anggota
2. Pengembangan usaha koperasi dalam hal investasi formulasi permodalan, pengembangan sumber daya manusia(SDM), pengembangan keahlian untuk bertindak sebagai wirausahawan, dan kerjasama antarkoperasi secara horizontal dan vertical.
 Dampak koperasi secara tidak langsung adalah sebagai berikut:
1. Pengembangan kondisi social ekonomi sejumlah produsen skala kecil maupun pelanggan
2. Mengembangkan inovasi pada perusahaan skala kecil,misalnya inovasi teknik dan metode produksi
3. Memberikan distribusi pendapatan yang lebih seimbang dengan pemberian harga yang wajar antara produsen dengan konsumen, serta pemberian kesempatan yang sama pada koperasi dan perusahaan kecil.

 

KONSEP KOPERASI SOSIALIS

Konsep koperasi sosialis menyatakan bahwa koperasi direncankan dan dikendalikan oleh pemerintah, dan di bentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.

 

KONSEP KOPERASI NEGARA BERKEMBANG

Munkner hanya membedakan koperasi berdasar konsep barat dan konsep sosialis. Sementara itu didunia ketiga, walaupun masih mengacu pada kedua konsep tersebut, namun koperasinya sudah berkembang dengan cirri tersendiri,yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangan. Adanya campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangan koperasi di Indonesia membuatnya mirip dengan konsep sosialis. Perbedaanya adalah, tujuan koperasi dalam konsep sosialis adalah untuk merasionalkan factor produks dari kepemilikan kolektif, sedangkan koperasi di Negara berkembang seperti di Indonesia, tujuanya adalah meningkatkan kondisi social ekonomi anggotanya.

 

B. LATAR BELAKANG TIMBULNYA ALIRAN KOPERASI

Pada saat ini dengan globalisasi dan runtuhnya perekonomian sosialis di   Eropa Timur serta terbukanya Afrika, maka gerakan koperasi didunia telah mencapai suatu status yang menyatu diseluruh dunia. Dimasa lalu jangkauan pertukaran pengalaman gerakan koperasi dibatasi oleh blok politik/ekonomi, sehingga orang berbicara koperasi sering dengan pengertian berbeda. Meskipun hingga tahun 1960-an konsep gerakan koperasi belum mendapat kesepakatan secara internasional, namun dengan lahirnya Revolusi ILO-127 tahun 1966 maka dasar pengembangan koperasi mulai digunakan dengan tekanan pada saat itu adalah memanfaatkan model koperasi sebagai wahana promosi kesejahteraan masyarakat, terutama kaum pekerja yang ketika itu kental dengan sebutan kaum buruh.

Pada akhir 1980-an koperasi dunia mulai gelisah dengan proses globalisasi dan liberalisasi ekonomi dimana-mana, sehingga berbagai langkah pengkajian ulang kekuatan koperasi dilakukan. Hingga tahun 1992 Kongres ICA di Tokyo melalui pidato Presiden ICA (Lars Marcus) masih melihat perlunya koperasi melihat pengalaman swasta, bahkan laporan Sven Akheberg menganjurkan agar koperasi mengikuti layaknya “private enterprise”. Sepuluh tahun kemudian Presiden ICA saat ini Robeto Barberini menyatakan koperasi harus hidup dalam suasana untuk mendapatkan   perlakuan yang sama “equal treatment” sehingga apa yang didapat dikerjakan oleh perusahaan lain juga harus terbuka bagi koperasi (ICA,2002). Koperasi kuat karena menganut “established for last”.

Pada tahun 1995 gerakan koperasi menyelenggarakan Kongres koperasi di Manchester Inggris dan melahirkan suatu landasan baru yang dinamakan International Cooperative Identity Statement (ICIS) yang menjadi dasar tentang pengertian prinsip dan nilai dasar koperasi untuk menjawab tantangan globalisasi. Pesan Jakarta yang terpenting adalah hubungan pemerintah dan gerakan koperasi terjadi karena kesamaan tujuan antara Negara dan gerakan koperasi, namun harus diingat program bersama tidak harus mematikan inisiatif dan kemurnian koperasi. Pesan kedua adalah kerjasama antara koperasi dan swasta (secara khusus disebut penjualan saham kepada koperasi) boleh dilakukan sepanjang tidak menimbulkan erosi pada prinsip dan nilai dasar koperasi.

 

C. Keterkaitan Ideologi, Sistem Perekonomian, dan Aliran Koperasi

Perbedaan ideologi suatu bangsa akan mengakibatkan perbedaan sistem perekonomiannya dan tentunya aliran koperasi yang dianut pun akan berbeda. Sebaliknya, setiap system perekonomian suatu bangsa juga akan menjiwai ideologi bangsanya dan aliran koperasinya pun akan menjiwai system perekonomian dan ideology bangsa tersebut.

Aliran Koperasi

Di dalam suatu koperasi terdapat berbagai macam aliran koperasi. Aliran koperasi tersebut terbagi menjadi 3 macam yaitu:

1. Aliran Yardstick

Didalam aliran ini pemerintah tidak ikut campur tangan dalam kegiatan koperasi.

Ciri-ciri Aliran Yardstick yaitu:

 Dijumpai pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut perekonomian Liberal
 Koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan dan mengoreksi
 Pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi di tengah-tengah masyarakat. Maju tidaknya koperasi terletak di tangan anggota koperasi sendiri
 Pengaruh aliran ini sangat kuat, terutama dinegara-negara barat dimana industri berkembang dg pesat. Spt di AS, Perancis, Swedia, Denmark, Jerman, Belanda dll.

 

2. Aliran Sosialis

Berbanding terbalik dengan Aliran Yardstick, di Alirann Sosialis ini pemerintah ikut campur tangan dalam kegiatan koperasi.

Ciri-ciri Aliran Sosialis :

 Koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, disamping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi.
 Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di negara-negara Eropa Timur dan Rusia

 

3. Aliran Persemakmuran (Commonwealth)

Di aliran persemakmuran ini, koperasi bersifat kemitraan dengan pemerintah.

Ciri-ciri Aliran Persemakmuran :

 Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.
 Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang peranan utama dalam struktur perekonomian masyarakat
 Hubungan Pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat “Kemitraan (partnership)”, dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik.

 

D. SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI

1. Sejarah Lahirnya Koperasi

Sejarah koperasi bermula pada abad ke-20, pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak.

 1771 – 1858 koperasi berkembang di New Lanark, Skotlandia dipelopori oleh Robert Owen. Yang menerapkannya pertama kali pada usaha pemintalan kapas.
 1786 – 1865 koperasi berkembang di Brighton, Inggris di pelopori oleh Wilian King mendirikan toko kopersi.
 1896 di London terbentuklah ICA (International Cooperative Alliance) maka koperasi telah menjadi suatu gerakan internasional.

 

2. Sejarah Perkembangan Koperasi Di Indonesia

Dalam awal perkembangannya koperasi sering kali dipandang dengan sebelah mata, bahkan tidak jarang menjadi alternatif nomor sekian dari bentuk badan usaha ekonomi. Namun dengan berjalannya waktu koperasi mampu menjadi alternatif nomor satu di dalam membantu mengembangkan perekonomian nasional. Pertumbuhan koperasi di manca negara juga berkembang sangat pesat. Bahkan banyak negara-negara yang sudah maju berlomba-lomba dalam mengembangkan koperasi dinegaranya. Dalam penguraiannya sejarah koperasi tidak terlepas dari jenis koperasi yang berkembang, terutama koperasi konsumsi, koperasi produksi, koperasi simpan pinjam.

Itulah sebabnya banyak pakar mengatakan “ bahwa Inggris merupakan tanah air dari koperasi konsumsi, Perancis merupakan tanah air dari koperasi produksi, dan Jerman adalah tanah air dari koperasi simpan pinjam”. Sejarah kopersi di Indonesia dapat dibagi menjadi 3 periode yakni :

1. Koperasi Zaman Kolonial Belanda

Di zaman ini pembentukan koperasi diawali dari hasrat Raden Aria Wiriaatmaja, Patih Purwokerto (1896) untuk mendirikan Hulp Spaarbank yang berarti bank simpanan. Pendirian ini tidak terlepas dari peran dari salah satu pejabat tinggi Belanda yang bernama E. Sieburgh. Namun pada awal pendiriannya, bank ituhanya ditujukan untuk kaum Priyayi atau Pegawai Pemerintahan yang digunakan untuk membentengi mereka dari Lintah Darat (renternir) yang banyak menyulitkan dan meresahkan. Setelah sitem ini dibentuk dan membuahkan hasil pada akhirnya tujuan pendirian bank simpanan ini semakin diperlebar agar bisa menyentuh kehidupan rakyat pribumi yang memang tidak memiliki banyak pembeladalam bidang ekonomi. Sejarah juga mengatakan bahwa pengembangan bank yang berwatak dasar koperasi ini tidak lepas dari peran pejabat tinggi Belanda De WolffVan Westerrode yang pada saat itu menggantikan jabatan dari E. Sieburgh.

Perkembangan koperasi berikutnya yang perlu dicatat adalah tatkala usaha BudiUtomo ( Organisasi kebangsaan yang sangat disegani di masanya) dengan mendirikan Koperasi Rumah Tangga pada tahun 1908. Namun karena kurangnya kesadaran dari pihak yang terkait atau masyarakat maka koperasi ini tidak bertahanlama. Usaha serupa juga dilakukan oleh Organisasi Serikat Islam meski konsep Toko Koperasinya juga harus bernasib sama dengan milik Organisai Budi Utomo.Mesikapi atas keadaan banyaknya pembentukan koperasi yang tidah bertahan lama. Maka pada tahun 1920 dibentuklah Cooperative Commissie (Komisi Koperasi) yang diketuai oleh Prof. Dr. J. H. Boeke, yang bertujuan untuk mempermasyarakatkan program koperasi. Lima tahun sejak peluncuran komisi ini jumlah koperasi mengalami peningkatan dan berkembang secara pesat.

2. Koperasi Zaman Penjajahan Jepang

Berbeda dengan masa kolonial Belanda perkembangan koperasi di zaman Jepang memang jauh dari kata maksimal. Legalitas pendirian koperasi di masa itu harus datang dari pemerintahan yang diwakili oleh seorang pejabat dengan pangkat serendah-rendahnya seorang Suchokan atau Residen. Hal ini membuat koperasi sedikit banyak tidak bisa berkembang karena Jepang menghapus seluruh peraturan yang selama ini sudah diberlakukan oleh pemerintah Belanda untuk kehidupan koperasi. Sebagai alternatif maka Jepang mendirikan Kumiai atau koperasi ala Jepang. Rangsangan ini tersambut baik hingga ke desa sebab tugas Kumiai adalah sebagai alat penyalur kebutuhan rakyat, namun kenyataannya malah sebaliknya malah menjadikan Kumiai sebagai penyedot potensi rakyat. Ini membuat atensi koperasi dikalangan rakyat menurun dan membuat masa-masa berikutnya sebagai masa sulit bagi koperasi. Di zaman Jepang juga muncul istilah-istilah lain, yaitu:

1. Shomin Kumiai Chuo Jimusho (Kantor Pusat Jawatan Koperasi)
2. Shomin Kumiai Syodansyo (Kantor Daerah Jawatan Koperasi)
3. Jumin Keizikyoku (Kantor Perekonomian Rakyat)

Semua itu adalah alat untuk Jepang dalam membentengi koperasi. Bukan sebagai wahana untuk menghidupkan koperasi.

3. Perkembangan Koperasi Setelah Kemerdekaan

Perjuangan Kemerdekaan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia berujung pada saat di proklamasikannya Kemerdekaan Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan secara politis ini membawa dampak positif di segala bidang kehidupan bangsa Indonesia, termasuk kehidupan perkoperasiaan. Bahkan sejak diberlakukannya Undang-Undang Dasar Negara yang dikenal dengan nama UUD1945 pada tanggal 18 Agustus 1945, maka peranan perkoperasian di Indonesia sangatlah diutamakan. Keinginan dan semangat untuk berkoperasi yang semula hancur akibat politik Devide et Impera (Pecah Belah) pada masa kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh sistem “Kumiai” pada zaman penjajahan Jepang, lambat laun kembali hangat. Hal ini sejalan dengan semangatnya rakyat dan pemerintah untuk saling bahu-membahu mengatasi permasalahan-permasalahan disemua sektor kehidupan, termasuk peranan koperasi di sektor ekonomi. Dan mengenai peranan koperasi ini di tuangkan secara jelas didalam pasal 33 UUD 1945 yang pada dasarnya menetapkan koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, pada bulan Desember 1946 Pemerintah Republik Indonesia melakukan reorganisasi terhadap Jawatan Koperasi dan Perdagangan.

Jawatan yang disebut pertama bertugas mengurus dan menangani pembinaan gerakan koperasi dan jawatan yang terakhir bertugas menangani persoalan perdagangan. Kongres Koperasi pertama, terlaksana pada tanggal 11-14 Juli 1947 diTasikmalaya, Jawa Barat. Dan menghasilkan beberapa keputusan antara lain:

1. Terwujudnya kesepakatan untuk mendirikan SOKRI (Sentral OrganisasiKoperasi Rakyat Indonesia)
2. Ditetapkannya asas koperasi, yaitu: berdasarkan atas kekeluargaan dangotong royong
3. Ditetapkannya tanggal 12 Juli sebagai “Hari Koperasi Indonesia”
4. Diperluasnya pengertian dan pendidikan tentang perkoperasian

Dan setelah berlangsungnya kongres koperasi pertama, perkembngan koperasi diIndonesia berkembang dengan sangat pesat sampai sekarang. Bahkan koperasidijadikan sebagai alat untuk membantu dalam perkembangan Perekonomian diIndonesia.

 

Referensi :

http://www.muradmaulana.com/2015/09/tiga-konsep-koperasi-dan-alirannya.html

https://imeldanurlaila14.wordpress.com/2016/10/11/bab-i-konsep-aliran-dan-sejarah-koperasi/

TUJUAN DAN FUNGSI KOPERASI

Tujuan Koperasi

Koperasi memiliki beberapa tujuan dimana tujuan tersebut ditujukan pada kepentingan anggota dan bukan semata-mata untuk menimbun kekayaan. Berikut ini beberapa dari tujuan dibentuknya koperasi, bukan hanya untuk anggota melainkan juga untuk konsumen atau pelanggan, produsen dan usaha kecil.

1. Memberikan harga yang cukup tinggi bagi produsen.
2. Memperoleh barang dengan kwalitas baik namun dengan harga yang lebih rendah bagi konsumen.
3. Memberikan modal usaha bagi usaha kecil dengan cicilan yang ringan
4. Mengadakan usaha bersama dengan usaha kecil

 

Fungsi koperasi

Dalam setiap organisasi memiliki peran dan fungsi tertentu begitujuga dengan koperasi. Koperasi memiliki fungsi dan memiliki peran sebagai berikut:

1. Berperan aktif dalam rangka untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas kehidupan setiap anggota koperasi dan masyarakat
2. Mengembangkan kemampuan, potensi dan meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi anggota koperasi khususnya dan masyarakat pada umumnya
3. Berusaha mengembangkan dan mewujudkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan
4. Memperkuat sektor perekonomian rakyat Indonesia sebagai dasar ketahanan dan kekuatan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya.


Sedangkan dalam sistem ekonomi Indonesia fungsi koperasi adalah sebagai berikut:

1. Koperasi adalah alat yang berguna untuk mensejahterakan rakyat
2. sebagai alat demokrasi nasional
3. sebagai landasan dasar perkonomian bangsa dan memperkokoh perekonomian bangsa Indonesia.

SUMBER:

http://www.markijar.com/2017/07/pengertian-fungsi-tujuan-dan-jenis.html

SISA HASIL USAHA

A. Pengertian Sisa Hasil Usaha Koperasi (SHU)

Pengertian SHU menurut UU No.25/1992, tentang perkoperasian, Bab IX, pasal 45 adalah : SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurang dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.

 SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.
 Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam rapat Anggota
 Penetapan besarnya pembagian kepada para anggota dan jenis serta jumlahnya ditetapkan oleh Rapat Anggota sesuai dengan AD/ART Koperasi.
 Besarnya SHU yang diterima oleh setiap anggota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi.
 Semakin besar transaksi (usaha dan modal) anggota dengan koperasinya, maka semakin besar SHU yang akan diterima.

B. Informasi Dasar SHU

Beberapa informasi dasar dalam penghitungan SHU anggota diketahui sebagai berikut :

 SHU Total Koperasi pada satu tahun buku
 Bagian (presentase) SHU anggota
 Total simpanan seluruh anggota
 Total seluruh transaksi usaha ( volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggota
 Jumlah simpanan per anggota
 Omzet atau volume usaha per anggota
 Bagian (presentase) SHU untuk simpanan anggota
 Bagian (presentase) SHU untuk transaksi usaha anggota

Istilah-Istilah Informasi Dasar

 SHU Total adalah SHU yang terdapat pada neraca atau laporan laba-rugi koperasi setelah pajak (profit after tax)
 Transaksi anggota adalah kegiatan ekonomi (jual beli barang atau jasa), antara anggota terhadap koperasinya.
 Partisipasi Modal adalah kontribusi anggota dalam memberi modal koperasinya, yaitu bentuk simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan usaha, dan simpanan lainnya.
 Omzet atau Volume Usaha adalah total nilai penjualan atau penerimaan dari barang dan atau jasa pada suatu periode waktu atau tahun buku yang bersangkutan.
 Bagian(Presentase) SHU untuk Simpanan Anggota adalah yang diambil dari SHU bagian anggota, yang ditujukan untuk jasa modal anggota.
 Bagian (Presentase) SHU untuk transaksi usaha anggota adalah SHU yang diambil dari SHU bagian anggota, yang ditujukan untuk jasa transaksi anggota.

C. Rumus Pembagian SHU

Menurut UU No. 25/1992 Pasal 5 Ayat 1

Mengatakan bahwa “pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga berdasarkan perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan”.

Didalam AD/ART koperasi telah ditentukan pembagian SHU sebagai berikut: Cadangan koperasi 40%, jasa anggota 40%, dana pengurus 5%, dana karyawan 5%, dana pendidikan 5%, danasosial 5%, danapembangunanlingkungan 5%.

Tidak semua komponen diatas harus diadopsi dalam membagi SHU-nya. Hal ini tergantung dari keputusan anggota yang ditetapkan dalam rapat anggota.

Perumusan :

SHU = JUA + JMA, dimana

SHU = Va/Vuk . JUA + Sa/Tms . JMA

Dengan keterangan sebagai berikut :

SHU    : sisa hasil usaha

JUA     : jasa usaha anggota

JMA    : jasa modal sendiri

Tms     : total modal sendiri

Va       : volume anggota

Vak     : volume usaha total kepuasan

Sa        : jumlah simpanan anggota

D. Prinsip-prinsip Pembagian SHU

Berikut prinsip-prinsip pembagian SHU koperasi:

 SHU yang dibagi berasal dari anggota

Karena pada hakekatnya sisa hasil usaha yang dibagi berasal dari anggota itu sendiri. Sedangkan SHU yang bukan berasal dari transaksi dengan anggota pada dasarnya tidak bibagi kepada anggota, melainkan dijadikan sebagai cadang koperasi. Dalam kasus koperasi tertentu, bila SHU yang bersumber dari non anggota cukup besar, maka rapat anggota dapat menetapkannya untuk bibagi secara merata sepanjang tidak membebani Likuiditas koperasi. Pada koperasi yang pengelolaan pembukuannya sydah bai, biasanya terdapat pemisahan sumber SHU yang berasal dari anggota yang berasal dari nonanggota. Oleh sebab itu, langkah pertama dalam pembagian SHU adalah memilahkan yang bersumber dari hasil transaksi usaha dengan anggota dan yang bersumber dari nonanggota.

 SHU anngota dibayar secara tunai

SHU anggota harus diberikan secara tunai guna pembuktian dari koperasi sebagai badan usaha yang sehat. SHU anggota dibayar secara tunai SHU per anggota haruslah diberikan secara tunai, karena dengan demikian koperasi membuktikan dirinya sebagai badan usaha yangsehat kepada anggota dan masyarakat mitra bisnisnya.

 SHU anggota merupakaan jasa modal dan transaksi usaha

SHU yang dibagikan berdasar insentif dari modal dari inventasi berdasar hasil transaksi para anggotanya.

 SHU anggota dilakukan transparan

Proses dalam menghitung dan jumlah yang dibagi harus diumumkan secara transparan sehingga setiap anggota bisa menghitung secara kuantitatif. Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan Proses perhitungan SHU peranggota dan jumlah SHU yang dibagi kepada anggota harus diumumkan secara transparan, sehingga setiap anggota dapat dengan mudah menghitung secara kuantitatif berapa bartisipasinya kepada koperasinya. Prinsip ini pada dasarnya juga merupakan salah satu proses pendidikan bagi anggota koperasi dalam membangun suatu kebersamaan, kepemilikan terhadap suatu badan usaha, dan pendidikan dalam proses demakrasi.

E. Pembagian SHU per anggota

Pembagian sisa hasil usaha koperasi merupakan selisih dari seluruh pemasukan dan penerimaan total.

Perhitungan pembagian SHU koperasi anggota bisa dilakukan jika beberapa syarat berikut terpenuhi:

1. SHU total koperasi pada satu tahun buku
2. Persentase SHU anggota
3. Total transaksi usaha
4. Total simpanan semua anggota
5. Jumlah simpanan per anggota
6. Bagian SHU untuk simpanan anggota
7. Bagian SHU untuk transaksi usaha
8. Total seluruh transaksi usaha

Pembagian SHU koperasi memiliki aspek-aspek yang harus diperhatikan seperti peran anggota. Anggota berperan sebagai pemilik dan sebagai pelanggan. Sebagai pemilik anggota memiliki kewajiban untuk berinvestasi. Sehingga sebagai investor anggota berhak mendapatkan hasil investasi. Sedangkan sebagai pelanggan seorang anggota memiliki kewajiban berpartisipasi di setiap transaksi bisnis di koperasi. Koperasi memiliki azaz demokrasi, keadilan, dan transparansi.

SUMBER:

https://triajengwahyuningsih.wordpress.com/2015/11/07/bab-5-sisa-hasil-usaha-koperasi/

POLA MANAJEMEN KOPERASI

• PENGERTIAN MANAJEMEN dan PERANGKAT ORGANISASI

Pengertian Manajemen

Manajemen berasal dari bahasa inggris yaitu “Manage” yang berarti, mengurus, mengelola, mengendalikan, mengusahakan, memimpin.

Menurut para ahli mengenai pengertian Manajemen :

 Encylopedia of the Social Science, mengatakan bahwa pengertian manajemen adalah suatu proses yang pelaksanaan tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.
 George.R.Terry yang mengatakan bahwa pengertian manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuan-tujuan organisasional maksud yang nyata.

Jadi manajemen adalah suatu seni dalam ilmu dan proses pengorganisasian seperti perencanaan, pengorganisasian, pergerakan, dan pengendalian atau pengawasan. Dalam pengertian manajemen sebagai seni karena seni berfungsi dalam mengujudkan tujuan yang nyata dengan hasil atau manfaat sedangkan manajemen sebagai ilmu yang berfungsi menerangkan fenomena-fenomena, kejadian sehingga memberikan penjelasan yang sebenarnya.

* Pengertian Koperasi

Koperasi mengandung makna kerja sama. Kooperasi (cooperative) bersumber dari kata Coopere (latin) co-operation yang berarti kerja sama.

Menurut Enriques, pengertian koperasi adalah menolong satu sama lain (to help one another) atau saling bergandengan tangan (hand it hand).Definisi Manajemen menurut Stoner adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumberdaya-sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Menurut UU No. 25/1992, Koperasi didefinisikan sebagai:“Badan usaha yang beranggotakan orang seorang, atau Badan Hukum Koperasi, dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan azas kekeluargaan”.

* Pengertian Manajemen Koperasi

Manajemen Koperasi adalah suatu proses untuk mencapai tujuan melalui usaha bersama, berdasarkan azas kekeluargaan. Untuk mencapai tujuan perlu diperhatikan adanya sistem manajemen yang baik, agar tujuannya berhasil dengan diterapkannya fungsi-fungsi manajemen.

• RAPAT ANGGOTA

Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Hal ini mengandung pengertian bahwa segala keputusan yang sifatnya mendasar mengenai kebijakan pengembangan aktifitas koperasi ditentukan oleh anggota yang disampaikan melalui forum rapat anggota, setiap anggota mempunyai hak yang sama dalam mengeluarkan pendapatnya.

Tugas dan wewenang Rapat Anggota adalah :

 Membahas dan mengesahkan pertanggung jawaban Pengurus dan Pengawas untuk tahun buku yang bersangkutan.
 Membahas dan mengesahkan Rencana Kerja dan RAPB tahun buku berikutnya.
 Membahas dan menetapkan AD, ART dan atau Pembubaran Koperasi.
 Memilih dan memberhentikan Pengurus dan Pengawas.
 Menetapkan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU).

• PENGURUS

Pengurus dipilih dari dan oleh Anggota Koperasi, dan berperan mewakili anggota dalam menjalankan kegiatan organisasi maupun usaha koperasi. Pengurus dapat menunjuk manajaer dan karyawan sebagai pengelola untuk menjalankan fungsi usaha sesuai dengan ketentuanketentuan yang ada, sebagaimana jelas tercantum dalam pasal 32 UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

Tugas pengurus secara kolektif

 memimpin organisasi dan kegiatan usaha, membina dan membimbing anggota.
 memelihara kekayaan koperasi, menyelenggarakan rapat anggota, mengajukan rencana RK dan RAPB.
 mengajukan laporan keuangan dan pertanggung-jawaban kegiatan.
 menyelenggarakan pembukuan keuangan secara tertib serta memelihara buku daftar anggota, daftar pengurus dan buku daftar pengawas.

• PENGAWAS

Disamping rapat anggota dan pengurus, salah satu alat perlengkapan organisasi koperasi adalah pengawas yang antara lain mempunyai tugas untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan koperasi.Adanya fungsi pengawasan dalam suatu organisasi koperasi, dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk memperkecil resiko yang mungkin timbul sebagai akibat dari terjadinya penyimpangan-penyimpangan kebijakan dari rencana yang telah ditetapkan.

Pengawas dipilih melalui rapat anggota bersama dengan pemilihan pengurus dengan masa jabatan tiga tahun.Jabatan pengawas tidak boleh dirangkap dengan jabatan pengurus, sedangkan persyaratan badan pengawas sama dengan persyaratan pengurus.

Berdasarkan ketentuan Pasal 39 UU No.25 Tahun 1992, fungsi tugas dan wewenng pengawas antara lain :

1. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan Pengurus dan Pengelola Koperasi.
2. Membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya.
3. Meneliti catatan yang ada pada koperasi.
4. Mendapatkan segala keterangan yang diperlukan.
5. Merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga.
6. Memeriksa sewaktu-waktu tentang keuangan dengan membuat berita acara pemeriksaannya.
7. Memberikan saran dan pendapat serta usul kepada pengurus atau Rapat Anggota mengenai hal yang menyangkut kehidupan koperasi.
8. Memperolah biaya-biaya dalam rangka menjalankan tugas sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.
9. Mempertanggungjawabkan hasil pemeriksaannya pada RAT.

Jadi keterkaitan antara peran pengawas dan pengurus adalah dalam hal pelaporan adalah dalam hal pelaporan hasil audit. Pengawas melaporkan hasil audit dan rekomendasi pelaksanaan kebijakan dan Keputusan Rapat Anggota yang telah di laksanakan oleh pengurus koperasi baik auditr berkala maupun audit akhir tahun buku. Hasil audit yang dilaporkan dari pengawas adalah mengenai kesesuaian dan kebenaran data dan informasi yang dilaporkan dari pengawas adalah mengenai kesesuaian dan kebenaran data dan informasi yang dilaporkan Pengurus koperasi dengan bukti – bukti pendukungnya.

• MANAJER

Menurut Trimudilah (2006), Seorang manajer kepegawaian adalah pembantu pengurus yang diserahi tugas mengurus administrasi kepegawaian, yang mencakup:

–          Mendapatkan pegawai yang mau bekerja dalam koperasi,

–          Meningkatkan kemampuan kerja pegawai,

–          Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik sehingga para karyawan tersebut tidak bosan bekerja bahkan dapat meningkatkan prestasinya,

–          Melaksanakan kebijaksanaan yang dibuat pengurus, mengawasi pelaksanaannya dan menyampaikan informasi maupun laporan kepada pengurus secara teratur,

–          Memberikan saran-saran/usul-usul perbaikan.

Manajer mempunyai tugas, fungsi dan tanggung jawab. Adapun tugas, fungsi, dan tanggung jawab dari manajer adalah sebagai berikut:

1. Tugas manajer adalah mengkoordinasikan seluruh kegiatan usaha, administrasi, organisasi dan ketatalaksanaan serta memberikan pelayanan administratif kepada Pengurus dan Pengawas
2. Untuk melaksanakan tugas tersebut, manajer berfungsi :

~     Sebagai pemimpin tingkat pengelola,

~     Merencanakan kegiatan usaha, kepegawaian dan keuangan,

~     Mengkoordinasikan kegiatan kepala-kepala unit usaha, kepala sekretariat dan kepala keuangan dalam upaya mengatur, membina baik yang bersifat tehnis maupun administrative

~     Berwenang mengambil langkah tindak lanjut atas kebijaksanaan yang telah ditetapkan oleh Pengurus

~      Bertanggungjawab kepada Pengurus melalui Ketua.

• PENDEKATAN SISTEM PADA KOPERASI

Menurut Draheim koperasi mempunyai sifat ganda yaitu:

1. organisasi dari orang-orang dengan unsur eksternal ekonomi dan sifat-sifat sosial (pendekatan sosiologi).
2.  perusahaan biasa yang harus dikelola sebagai layaknya perusahaan biasa dalam ekonomi pasar (pendekatan neo klasik).

 

Interprestasi dari Koperasi sebagai Sistem

Kompleksitas dari perusahaan koperasi adalah suatu sistem yang terdiri dari orang-orang dan alat-alat teknik. Sistem ini dinamakan sebagai Socio technological system yang selanjutnya terjadi hubungan dengan lingkungan sehingga dapat dianggap sebagai sistem terbuka, sistem ini ditujukan pada target dan dihadapkan dengan kelangkaan sumber-sumber yang digunakan.
Cooperative Combine


Pengertian : sistem sosio teknis pada substansinya, sistem terbuka pada lingkungannya, sistem dasar target pada tugasnya dan sistem ekonomi pada penggunaan sumber-sumber.

Semua pelaksanaan dalam keseluruhan kompleks dan pengaruh eksternal, dipengaruhi oleh hubungan sistem, demikian juga dilihat dari sudut pandang ekonomi, tidak cukup hanya melaksanakan koperasi secara ekonomis saja, tetapi juga berhubungan dengan hubungan antar manusia dalam kelompok koperasi dan antara anggota tetapi juga berhubungan dengan hubungan antar manusia dalam kelompok koperasi dan antara anggota dengan manajemen perusahaan koperasi dalam lapangan lain.

Tugas usaha pada Sistem Komunikasi (BCS)


The Businnes function Communication System (BCS) adalah sistem hubungan antara unit-unit usaha anggota dengan koperasi yang berhubungan dengan pelaksanaan dari perusahaan koperasi untuk unit usaha anggotaa mengenai beberapa tugas perusahaan.

Sistem Komunikasi antar anggota (The Interpersonal Communication System (ICS)


ICS adalah hubungan antara orang-orang yang berperan aktif dalam unit usaha anggota dengan koperasi yang berjalan. ICS meliputi pembentukan/terjadi sistem target dalam koperasi gabungan.

DAFTAR ISI

http://www.artikelsiana.com/2015/01/pengertian-manajemen-fungsi-manajemen.html

http://www.apapengertianahli.com/2015/01/pengertian-koperasi-tujuan-fungsi-jenis-koperasi.html#

https://azizabdull.wordpress.com/2012/01/03/pengertian-manajemen-dan-perangkat-organisasi/

http://isalrhamadanus.blogspot.co.id/2013/11/pengertian-struktur-organisasi.html

http://jazillahdinda.blogspot.co.id/2013/11/definisi-stuktur-dan-manajemen-koperasi.html

http://kasihselaludihati.blogspot.co.id/2011/05/peranan-manajer-dalam-manajemen.html

https://ratnaputri860.wordpress.com/2015/11/23/pola-manajemen-koperasi/

KEMAMPUAN BERADAPTASI

Kemampuan beradaptasi adalah kemampuan makhluk hidup dengan lingkungannya. Tak terkecuali dalam dunia kerja. Sebagai manusia tentu kita perlu beradaptasi dengan lingkungan, dengan individu lainnya maupun dengan kelompok lainnya. 

Dengan memiliki kemampuan beradaptasi yang baik akan sangat berpengaruh pada kelangsungan karir seseorang. yang dimaksud kemampuan beradaptasi sendiri adalah suatu keterampilan yang mengacu pada kemampuan seseorang untuk mengubah perilakunya agar sesuai dengan situasi baru

Saat ini ada beberapa orang yang sering berpindah-pindah tempat kerja dengan alasan tidak betah, atasan galak, rekan kerja yang tidak menyenangkan, atau tekanan kerja yang terlalu berat. Sebenarnya, semua masalah tersebut adalah sama, yaitu kurang bisa beradaptasi di lingkungan tempat kerja yang baru.

Kemampuan beradaptasi tidak hanya tentang mengubah sesuatu atau menyesuaikan diri dengan situasi yang baru. Kemampuan beradaptasi mencakup semua kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan perubahan baik dalam tindakan maupun ucapan secara halus, tepat, dan konsisten.

Pesatnya perkembangan teknologi dan banyaknya keanekaragaman dalam masyarakat, membuat perusahaan membutuhkan karyawan yang terbuka terhadap ide-ide baru, fleksibel, dan mampu mengatasi masalah yang timbul ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana. 

Mengingat pentingnya kemampuan beradaptasi bagi kelangsungan karir Anda, Anda harus melatih kemampuan beradaptasi di tempat kerja. Sekarang sudah banyak seminar maupun kursus pendidikan agar dapat menyesuaian diri dengan cepat untuk segala bentuk perubahan di dalam perusahaan.

Karena kemampuan beradaptasi adalah keterampilan alami, maka bisa dilatih dan dikuasai. Berikut adalah beberapa tips untuk melatih kemampuan beradaptasi di tempat kerja yang baru :

1. Jadilah Pribadi yang Baik, Jujur, Apa Adanya, dan Tidak Berlebihan

Jadilah pribadi yang baik, jujur, apa adanya, dan tidak berlebihan di mana pun Anda berada termasuk di tempat kerja baru Anda. Hal ini harus dilakukan dalam segala kondisi. Menjadi diri sendiri akan jauh lebih baik daripada menjadi orang lain.

Mencari perhatian secara berlebihan juga bukan tindakan yang baik untuk dilakukan ketika Anda menjadi karyawan baru di sebuah perusahaan. Hal ini akan memberi kesan pertama yang buruk dan bisa menyebabkan orang hilang rasa kepada Anda. Jadi, jangan bersikap secara berlebihan, cukup bersikap natural saja.

2. Bersikap Ramah dengan Rekan Kerja 

Di tempat kerja baru, Anda bisa mendapatkan banyak teman, namun dengan bersikap ramah akan membuat Anda jauh lebih mudah diterima. Jadilah pendengar yang baik, karena pada dasarnya setiap orang ingin didengarkan. Pastikan Anda memberikan respons yang baik kepada semua orang, karena hal tersebut akan membuat Anda lebih mudah dikenal dan disukai banyak orang. 

Selain itu, dengan bersikap ramah juga akan membuat orang lain tidak lagi sungkan ketika akan bercerita atau meminta bantuan kepada Anda, dan dari sinilah teman akan mulai mendekat satu persatu dan saling mengenal satu sama lain.  

3. Amati dan Pantau Perubahan yang Terjadi di Tempat Kerja Baru Anda

Anda tidak akan tahu betapa pentingnya suatu perubahan sampai Anda melihat sendiri manfaat yang diperoleh dari perubahan tersebut. Kemampuan beradaptasi meliputi mengamati dan memantau tren, nilai, sikap, dan lain-lain. Anda bisa membandingkan pengamatan saat ini dengan yang lalu dan mencari tahu apa yang telah berubah. 

4. Bersedia Belajar

Salah satu kunci keberhasilan beradaptasi ditempat kerja yang baru adalah dengan bersedia belajar. ingat anda pasti membutuhkan skill atau kemampuan lain ditempat kerja baru anda, jadi jangan malas untuk belajar agar bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja maupun pekerjaan anda sendiri.

5. Jangan Menunda Pekerjaan

Selain bersedia belajar, Anda juga tidak boleh menunda pekerjaan. Lakukan tindakan yang memang diperlukan. Ingatlah bahwa adaptasi akan lebih efektif jika Anda mengambil tindakan sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

6. Tetap Tenang dan Percaya Diri

Untuk melatih kemampuan beradaptasi, Anda harus tetap tenang, percaya diri, dan siap untuk membuat keputusan tepat ketika dihadapkan dengan tantangan yang tak terduga. Kemampuan beradaptasi seperti ini menunjukkan keseimbangan antara ketenangan dan fleksibilitas.

7. Jangan Ragu untuk Minta Maaf, Minta Tolong, dan Berterimakasih

Ketika seseorang memasuki dunia kerja baru, teman kerja baru, dan lingkungan yang baru, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, yaitu adab atau sopan santun. Jika Anda bisa mengolah semuanya dengan benar, hal ini akan menjadi nilai positif bagi Anda.

Sepertinya terkesan sepele, namun dengan mengucapkan 3 kata ajaib yaitu maaf, tolong, dan ucapan terimakasih dapat membuat sebuah perubahan yang besar. Kata maaf diucapkan ketika Anda melakukan kesalahan sekecil apapun. 

Kata tolong adalah sebuah kata yang mujarab. Penggunaan kata tolong bisa digabungkan dengan kata maaf, contohnya: “Maaf, apakah saya bisa minta tolong untuk mengambilkan berkas?”. 

Sedangkan kata terimakasih merupakan kata ajaib yang harus benar-benar Anda terapkan dalam kehidupan. Penggunaan kata terimakasih biasanya digunakan untuk mengungkapkan rasa syukur karena telah menerima sesuatu baik berupa barang pemberian ataupun sebuah pertolongan.

Nah, itu tadi 7 cara melatih kemampuan beradaptasi di tempat kerja yang baru. Semoga artikel ini dapat membantu Anda yang sedang bermasalah dengan tempat kerja Anda yang baru, atau bagi anda yang akan segera pindah ke tempat kerja yang baru.

 

https://www.linovhr.com/melatih-kemampuan-beradaptasi/

PUBLIC SPEAKING

Bicara soal public speaking tentunya yang harus pertama dibahas adalah pengertian atau definisi, iya kaaaan? 

Apa itu public speaking? Pada dasarnya, ini adalah presentasi yang diberikan langsung kepada audiensi. Pidato publik dapat mencakup berbagai macam topik yang berbeda. Tujuan dari pidato bisa untuk mendidik, menghibur atau mempengaruhi pendengar. Sering kali, alat bantu visual dalam bentuk slideshow elektronik digunakan untuk melengkapi pidato dan membuatnya lebih menarik bagi pendengar.

Presentasi berbicara di depan umum berbeda dari presentasi online karena presentasi online dapat dilihat atau didengarkan sesuai kemauan pemirsa, sementara pidato publik biasanya terbatas untuk waktu tertentu atau tempat. Presentasi online sering terdiri dari slide atau pre-recorded video dari pembicara (termasuk rekaman presentasi langsung berbicara di depan umum).

Karena public speaking dilakukan langsung kepada penonton, ada beberapa faktor khusus yang perlu dipertimbangkan pembaca. Kita akan segera membahasnya, tapi pertama-tama mari kita kilas balik sejarah public speaking.

PENTINGNYA PUBLICT SPEAKING

Jika Anda bertanya pada kebanyakan orang, mereka mungkin akan mengatakan mereka tidak suka berbicara di depan umum. Mungkin bahkan mereka mengaku takut, karena takut berbicara di depan umum adalah rasa takut yang sangat umum. Atau mereka mungkin hanya malu atau tertutup. Untuk alasan ini, banyak orang menghindari berbicara di depan umum jika bisa. Jika Anda salah satu dari orang-orang yang menghindari berbicara di depan umum, Anda melewatkan kesempatan.

Selama bertahun-tahun, public speaking telah memainkan peran utama dalam pendidikan, pemerintah, dan bisnis. Kata-kata memiliki kekuatan untuk menginformasikan, membujuk, mendidik, dan bahkan menghibur. Dan kata yang diucapkan bahkan bisa lebih kuat daripada kata-kata tertulis di tangan pembicara yang tepat.

Apakah Anda seorang pemilik usaha kecil, mahasiswa, atau hanya seseorang yang bergairah tentang sesuatu-Anda akan mendapatkan keuntungan jika Anda meningkatkan keterampilan public speaking, baik secara pribadi dan profesional. Beberapa manfaat untuk berbicara di depan umum meliputi:

 Meningkatkan kepercayaan diri
 Ketrampilan riset yang lebih baik 
 Keterampilan deduktif yang lebih kuat
 Kemampuan melakukan advokasi untuk kasus-kasus
 Dan banyak lagi

Berbicara di depan umum sangat penting untuk bisnis karena mereka butuh menyampaikan pesan kepada pelanggan potensial dan memasarkan bisnis mereka. Orang-orang marketing dan eksekutif  sering diharapkan memiliki keterampilan berbicara di depan publik.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PUBLIC SPEAKING

Apapun posisi Anda saat ini, baik Anda di jajaran eksekutif maupun staf, jika Anda ingin terus berkembang maka salah satu keahlian yang Anda harus kuasai adalah public speaking atau bicara di depan umum. Banyak merasa gugup begitu berada di depan audiensi. Ketakutan menghadapi klayak ramai membuat orang tidak bisa menyampaikan pesan dengan baik, sebab itu hal tersebut bisa menghambat karir seseorang.

Walau demikian sebenarnya ada cara mudah untuk menguasai trik-trik public speaking. Berikuti ini adalah beberapa hal yang bisa Anda praktekkan untuk meningkatkan kemampuan Anda berbicara di depan umum :

1# Berlatih

Melatih diri berulang kali membawakan materi yang akan Anda sampaikan dapat meningkatkan kepercayaan diri Anda. Akan sangat baik jika Anda melakukannya di depan cermin, Anda akan bisa melihat raut wajah Anda, postur tubuh, gerakan tangan dan bahasa tubuh Anda. Jadi bukan hanya berbicara dengan lancar namun bahasa tubuh Anda juga harus dilatih untuk terlihat percaya diri.

2# Tinjau ulang

Jika tadi dimulai dengan berlatih di depan cermin, untuk bisa lebih dalam melakukan perbaikan Anda harus meninjau ulang latihan Anda, hal ini bisa dilakukan dengan cara merekamnya menggunakan smartphone atau laptop Anda. Perbaiki hal-hal yang menurut Anda membuat presentasi Anda terlihat kurang baik, dan latihan hingga Anda percaya diri bahwa apa yang Anda sampaikan dapat ditangkap dengan baik oleh audiensi nantinya.

3# Buatlah singkat, sederhana dan mudah dimengerti

Akan lebih baik membuat penasaran pendengar Anda dari pada membuat mereka bosan. Jadi membuat presentasi Anda singkat, sederhana dan mudah dimengerti adalah strategi yang terbaik. Untuk itu buatlah sebuah skenario yang menarik saat menyampaikan presentasi Anda, buat mereka penasaran, ingin bertanya dan bahkan melakukan interaksi langsung dengan Anda. Hal ini akan membuat saat berbicara di depan umum lebih hidup.

4# Jangan ijinkan orang lain melihat Anda gugup

Apakah Anda pernah melihat pembicara yang menyampaikan bahwa dirinya gugup di depan audiensinya? Hal itu tidak baik, hanya membuat orang penasaran dan membuat orang itu semakin gugup. Simpan rasa gugup Anda untuk diri sendiri, dan tampilkan di depan umum diri Anda percaya diri.

5# Sadarilah semua orang mengalami saat-saat gugup

Menyadari bahwa bukan hanya Anda yang merasa gugup ketika harus berbicara di depan umum akan membuat Anda merasa lebih baik dan lebih mudah mengatasinya. Bahkan pembicara profesional pun mengalami saat-saat ia gugup. Jadi tenanglah, lakukan apa yang sudah latih sebelumnya.

6# Ini bukan tentang Anda

Jika Anda diijinkan untuk berbicara di depan umum atau di undang untuk berbicara, berarti Anda layak untuk didengarkan. Anda memiliki sebuah pesan yang harus didengar oleh audiensi. Fokuslah pada menyampaikan pesan itu, maka hal lainnya yang membuat Anda gugup akan menghilang.

7# Mendongenglah

Pembicara yang baik memiliki kemampuan untuk mendongeng. Jika Anda berada di depan tidak untuk membacakan Pancasila atau Pembukaan UUD 45, maka tidak perlu menghafalkan isi presentasi Anda. Cukup buat poin-poin materi, dan ceritakan apa yang menjadi pesan Anda dengan sesederhana mungkin.

8# Ijinkan kesalahan terjadi

Ingat ketika artis Jennifer Lawrence tersandung saat akan menerima penghargaan piala Oscar? Ya, kesalahan bisa terjadi bahkan dialami oleh mereka yang pro dibidang public speaking. Jadi saat kesalahan terjadi, apa yang harus dilakukan? Belajarlah dari Jennifer, ia menertawakan kesalahan itu. Hal itu adalah sesuatu yang wajar. Jangan takut tertawa bersama audiensi saat kesalahan terjadi, dan lanjutkan pertunjukan Anda.

Bagaimana, mudah bukan. Berlatihlah untuk berbicara di depan umum berapapun audiensi Anda. Baik dihadapan Anda 100 orang maupun 1 orang, lakukan presentasi Anda sama baiknya. Hal ini akan mempersiapkan Anda ketika pintu kesempatan terbuka. Selamat mencoba.

 

Sumber:

https://business.tutsplus.com/id/tutorials/what-is-public-speaking–cms-31255

https://www.presentasi.net/pentingnya-public-speaking/

https://www.jawaban.com/read/article/id/2015/02/17/82/150217160747/8_cara_mudah_meningkatkan_kemampuan_public_speaking

 

JENIS DAN BENTUK KOPERASI

A. JENIS KOPERASI

Penjelasan jenis Koperasi:

1. Dasar penjenisan adalah kebutuhan dari dan untuk maksud efisiensi karena kesamaan aktivitas atau keperluan ekonominya
2. Koperasi mendasarkan perkembangan pada potensi ekonomi daerah kerjanya.
3. Tidak dapat dipastikan secara umum dan seragam jenis koperasi yang mana yang diperlukan bagi setiap bidang. Penjenisan koperasi seharusnya diadakan berdasarkan kebutuhan dan mengingat akan tujuan efisiensi.

Ada dua jenis koperasi yang cukup dikenal luas oleh masyarakat, yakni KUD dan KSP.KUD (Koperasi Unit Desa) tumbuh dan berkembang subur pada masa pemerintahan orde baru.Sedangkan KSP (Koperasi Simpan Pinjam) tumbuh dan berkembang dalam era globalisasi saat ini.KUD dan KSP hanyalah contoh dari sekian jenis koperasi.
Sebagaimana dijelaskan dalam UU Nomor 25/1992 tentang Perkoperasian, bahwa “Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melaksanakan kegiatannya berdasar prinsip koperasi, sehingga sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.”

Berikut ini adalah Jenis-jenis Koperasi :

Jenis koperasi menurut fungsinya

 Koperasi pembelian/pengadaan/konsumsi adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi pembelian atau pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan anggota sebagai konsumen akhir. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pembeli atau konsumen bagi koperasinya.
 Koperasi penjualan/pemasaran adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi distribusi barang atau jasa yang dihasilkan oleh anggotanya agar sampai di tangan konsumen. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pemasok barang atau jasa kepada koperasinya.
 Koperasi produksi adalah koperasi yang menghasilkan barang dan jasa, dimana anggotanya bekerja sebagai pegawai atau karyawan koperasi. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pekerja koperasi.
 Koperasi jasa adalah koperasi yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota, misalnya: simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan sebagainya. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pengguna layanan jasa koperasi.

Apabila koperasi menyelenggarakan satu fungsi disebut koperasi tunggal usaha (single purpose cooperative), sedangkan koperasi yang menyelenggarakan lebih dari satu fungsi disebut koperasi serba usaha (multi purpose cooperative).

Jenis koperasi berdasarkan tingkat dan luas daerah kerja

1. Koperasi Primer

Koperasi primer ialah koperasi yang yang minimal memiliki anggota sebanyak 20 orang perseorangan.

2. Koperasi Sekunder

koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan koperasi serta memiliki cakupan daerah kerja yang luas dibandingkan dengan koperasi primer. Koperasi sekunder dapat dibagi menjadi :

 koperasi pusat – adalah koperasi yang beranggotakan paling sedikit 5 koperasi primer
 gabungan koperasi – adalah koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi pusat
 induk koperasi – adalah koperasi yang minimum anggotanya adalah 3 gabungan koperasi

Jenis Koperasi Berdasarkan Jenis Usahanya

1. Koperasi Simpan Pinjam (KSP)
2. Koperasi Serba Usaha (KSU)
3. Koperasi Konsumsi
4. Koperasi Produksi

Jenis Koperasi berdasarkan keanggotaannya

1. Koperasi Unit Desa (KUD)
2. Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)
3. Koperasi Sekolah

Jenis Koperasi Menurut PP No. 60/1959 :

 Koperasi Desa
 Koperasi Pertanian
 Koperasi Peternakan
 Koperasi Industri
 Koperasi Simpan Pinjam
 Koperasi Perikanan
 Koperasi Konsumsi

 

B. KETENTUAN PENJENISAN KOPERASI SESUAI UU NO. 12/1967

Penjenisan Koperasi didasarkan pada kebutuhan dari dan untuk efisiensi suatu golongan dalam masyarakat yang homogeny karena kesamaan aktivitas/kepentingan ekonominya guna mencapai tujuan bersama anggota-anggotanya.

Untuk maksud efisiensi dan ketertiban guna kepentingan perkembangan Koperasi Indonesia, di tiap daerah kerja hanya terdapat satu Koperasi yang sejenis dan setingkat.

Koperasi-koperasi dari berbagai jenis dapat mendirikan organisasi Koperasi jenis lain untuk tujuan ekonomi

C. BENTUK KOPERASI

Dalam pasal 15 UU No. 12 Tahun 1992 tentang perkoperasian disebutkan bahwa koperasi dapat berbentuk koperasi primer atau koperasi sekunder. Dalam penjelasan pasal 15 UU No. 12 Tahun 1992 disebutkan bahwa pengertian koperasi sekunder meliputi semua koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan koperasi primer dan atau koperasi sekunder, berdasarkan kesamaan kepentingan dan tujuan efisiensi, baik koperasi sejenis maupun berbeda jenis atau tingkatan. Koperasi sekunder dibentuk oleh sekurang-kurangnya tiga koperasi yang berbadan hukum baik primer maupun sekunder.

Bentuk Koperasi Sesuai PP NO. 60/1959 :

 Koperasi Primer

Koperasi yang minimal memiliki anggota sebanyak 20 orang perseorangan.Biasanya terdapat di tiap desa ditumbuhkan koperasi primer.

 Koperasi Pusat

koperasi yang beranggotakan paling sedikit 5 koperasi primer di tiap daerah Tingkat II (Kabupaten) ditumbuhkan pusat koperasi.

 BKoperasi Gabungan

Koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi pusat di tiap daerah Tingkat I (Propinsi) ditumbuhkan Gabungan Koperasi.

 Koperasi Induk

koperasi yang minimum anggotanya adalah 3 gabungan koperasi, di Ibu Kota ditumbuhkan Induk Koperasi.

Koperasi Primer

Koperasi primer adalah koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang-seorang.Koperasi primer dibentuk oleh sekurang-kurangnya 20 orang.
Yang termasuk dalam koperasi primer adalah:

 Koperasi Karyawan
 Koperasi Pegawai Negeri
 KUD

Koperasi Sekunder

Koperasi Sekunder merupakan koperasi yang anggota-anggotanya adalah organisasi koperasi Koperasi sekunder adalah koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan koperasi.Koperasi sekunder dibentuk sekurang-kurangnya 3 koperasi.

Daftar Pustaka:

http://sabrinadea11.blogspot.co.id/2014/11/tugas-4-jenis-dan-bentuk-koperasi.html (Diakses Sabtu 13/10/2019 00:44)

http://arifrahmankurnia.blogspot.co.id/2013/11/jenis-dan-bentuk-koperasi_13.html (Diakses Sabtu 13/10/2019 00:48)

http://www.blogonandri.xyz/2012/12/bab-7-jenis-dan-bentuk-koperasi.html (Diakses (Diakses Sabtu 13/10/2019 00:55)

 

 

BERPIKIR KRITIS

Berpikir kritis adalah konsep untuk merespon sebuah pemikiran atau teorema yang kita terima. Respon tersebut melibatkan kemampuan untuk mengevaluasi secara sistematis. Konsep ini telah dikembangkan sekitar 2500 tahun yang lalu.

Pengertian oleh National Council for Excellence in Critical Thinking

Pada tahun 1987, dalam presentasinya di 8th Annual International Conference on Critical Thinking and Education Reform, Michael Scriven & Richard Paul menjelaskan bahwa berpikir kritis melibatkan proses yang secara aktif dan penuh kemampuan untuk membuat konsep, menerapkan, menganalisis, menyarikan, dan mengamati sebuah masalah yang diperoleh ataupun diciptakan dari pengamatan, pengalaman, komunikasi dan lain sebagainya.

Ada 2 komponen yang membentuk kemampuan berpikir kritis. yaitu:

1. Kemampuan untuk menghasilkan dan memproses informasi atau kepercayaan.
2. Kebiasaan, dengan berdasarkan komitmen intelektual.

 

Ciri-ciri Berpikir Kritis

Dibawah ini merupakan ciri-ciri berpikir kritis diantaranya sebagai berikut :

1. Mengenal demgam secara rinci bagian-bagian dari keseluruhan;
2. Pandai dalam mendeteksi permasalahan;
3. Mampu untuk membedakan ide yang relevan dengan ide yang tidak relevan;
4. Mampu untuk membedakan mana fakta dengan diksi atau pendapat;
5. Mampu untuk mengidentifikasi perbedaan-perbedaan atau juga kesenjangan-kesenjangan informasi;
6. Dapat membedakan argumentasi logis serta argumentasi tidak logis;
7. Mampu untuk mengembangkan kriteria atau juga standar penilaian data;
8. Suka mengumpulkan data untuk pembuktian faktual;
9. Dapat membedakan diantara kritik membangun serta merusak;
10. Mampu untuk mengidentifikasi pandangan perspektif yang bersifat ganda yang berkaitan dengan data;
11. Mampu untuk mengetes asumsi dengan cerrmat;
12. Mampu untuk mengkaji ide yang bertentangan dengan peristiwa dalam lingkungan;
13. Mampu untuk mengidentifikasi atribut-atribut manusia, tempat serta benda, seperti dalam sifat, bentuk, wujud, dan lain sebagai;
14. Mampu untuk mendaftar seluruh akibat yang mungkin akan terjadi atau alternatif pemecahan terhadap masalah, ide, serta situasi;
15. Mampu untuk membuat hubungan yang berurutan antara satu masalah dengan masalah lainnya;
16. Mampu untuk menarik kesimpulan generalisasi dari data yang sudah tersedia dengan data yang diperoleh dari lapangan;
17. Mampu untuk menggambarkan konklusi dengan cermat dari data yang tersedia;
18. Mampu untuk membuat prediksi dari informasi yang tersedia;
19. Dapat untuk membedakan konklusi yang salah dan tepat terhadap informasi yang diterimanya;
20. Mampu untuk menarik kesimpulan dari data yang telah ada dan terseleksi;

 

Manfaat Berpikir Kritis

Dibawah ini merupakan manfaat berpikir kritis dapat kita rasakan pada saat kita sedang dilanda permasalahan yakni:

1. Berpikir kritis mampu menyelesaikan masalah.
2. Berpikir kritis dapat membantu dalam pengambilan keputusan.
3. Berpikir kritis dapat membedakan antara fakta dan opini.
4. Berpikir kritis ini membantu kita untuk dapat tetap tenang sekalipun didalam masalah yang sulit.

 

Tujuan Berpikir Kritis

Tujuan berpikir kritis ialah untuk menguji suatu pendapat atau ide, termasuk di dalamnya melakukan pertimbangan atau pemikiran yang didasarkan pada pendapat yang diajukan. Pertimbangan-pertimbangan tersebut biasanya didukung oleh kriteria yang dapat dipertanggungjawabkan.


Kemampuan berpikir kritis dapat mendorong seseorang memunculkan ide-ide atau pemikiran baru mengenai permasalahan tentang dunia. seseorang akan dilatih bagaimana menyeleksi berbagai pendapat, sehingga dapat membedakan mana pendapat yang relevan dan tidak relevan, mana pendapat yang benar dan tidak benar. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis seseorang dapat membantu dalam membuat kesimpulan dengan mempertimbangkan data dan fakta yang terjadi di lapangan.

 

https://id.wikipedia.org/wiki/Berpikir_kritis

https://pendidikan.co.id/pengertian-kritis-manfaat-ciri-tujuan-cara-berpikir-menurut-para-ahli/

http://seputarpengertian.blogspot.com/2018/11/pengertian-berfikir-kritis-serta-ciri-tujuan.html

PENTINGNYA TIME MANAGEMENT

PENTINGNYA MEMANAJEMEN WAKTU

Soft skill adalah kombinasi dari keterampilan orang, keterampilan sosial, keterampilan komunikasi, karakter atau sifat kepribadian, sikap, atribut karir, kecerdasan sosial dan kecerdasan emosional, antara lain, yang memungkinkan orang untuk menavigasi lingkungan mereka, bekerja dengan baik dengan orang lain , berkinerja baik, dan mencapai tujuan mereka dengan melengkapi hard skill. The Collins English Dictionary mendefinisikan istilah “soft skill” sebagai “kualitas yang diinginkan untuk bentuk pekerjaan tertentu yang tidak tergantung pada pengetahuan yang diperoleh: mereka termasuk akal sehat, kemampuan untuk berurusan dengan orang, dan sikap fleksibel yang positif.”

Membahas mengenai soft skill banyak sekali keterampilan-keterampilan yang bisa disebutkan. Kesempatan kali ini saya akan memberi contoh serta menjelaskan salah satu soft skill yang dapat di kembangkan, yaitu mengenai TIME MANAGEMENT.

 

PENGERTIAN TIME MANAGEMENT

 

Time management atau manajemen waktu merupakan salah satu skill yang penting bagi setiap pribadi yang efektif. Yaitu kemampuan untuk mengorganisasi, merencanakan, dan mengontrol bagaimana Anda menggunakan waktu dalam keseharian Anda dalam setiap aktivitas secara efektif untuk mencapai tujuan Anda. Time management yang baik membutuhkan perubahan pola pikir dan fokus yaitu bukan dari berapa banyak aktivitas yang Anda lakukan setiap harinya tapi berapa banyak hasil yang Anda dapat capai, being busy isn’t the same as being productive.

Time management yang baik memungkinkan Anda untuk bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras, sehingga Anda dapat mencapai dan menyelesaikan lebih banyak hal dalam waktu yang lebih singkat, bahkan ketika menghadapi deadline yang singkat dan tekanan tinggi dalam pekerjaan. Time management skill meliputi goal setting atau penetapan tujuan, perencanaan ke depan, pengaturan prioritas, dan pemantauan aktual bagaimana Anda mengunakan waktu Anda.

 

MANFAAT MANAGEMENT WAKTU

Bagi pemula yang sedang membangun bisnis, manajemen waktu tidak bisa diabaikan dan justru harus menjadi prioritas utama dalam hal mencapai target.

Berikut ini adalah beberapa manfaat manajemen waktu di dalam organisasi:

 Membantu individu atau organisasi dalam menentukan prioritas. Misalnya menentukan tingkat urgensi melakukan sebuah aktivitas
 Membantu mengurangi kecenderungan untuk menunda-nunda pekerjaan yang harus diselesaikan
 Dapat membantu untuk mencegah terjadinya bentrok waktu dalam mengerjakan dua atau lebih pekerjaan dalam waktu yang bersamaan
 Membantu proses evaluasi terhadap hasil pekerjaan individu atau organisasi

Sedangkan untuk kehidupan pribadi, manajemen waktu yang baik dapat dilihat dari alokasi waktu untuk pekerjaan dan juga untuk kehidupan pribadi di luar pekerjaan. Berikut ini manfaat time management bagi kehidupan pribadi:

 Kemampuan individu dalam mencapai produktivitas dan efisiensi yang lebih besar
 Memiliki reputasi professional yang lebih baik
 Terhindar dari tekanan atau stress akan berkurang
 Membantu meningkatkan peluang dalam mencapai kesuksesan
 Memiliki keseimbangan dalam kehidupan pribadi dan
kesempatan karir yang lebih baik

 

TIPS MEMANAJEMEN WAKTU

1. KUATKAN NIAT

Apapun tujuanya kalau tidak ada niat semua yang dikerjakan ataupun diharapkan tidak akan tercapai. Bulatkan dan tekadkan niat yang kuat bahwa Anda akan mengerjakan semua hal yang ada di depan Anda dengan terprogram, terorganisir dan berdasarkan prioritasnya.

2. BUAT SKALA PRIORITAS

Nah, setelah niat yang kuat disini Anda perlu menyusun skala prioritas dimana Anda akan menyusun segala sesuatu yang akan dikerjakan berdasarkan prioritas dan porsi yang benar. Anda perlu memilah mana hal yang paling penting, mana yang tidak terlalu penting, mana yang bisa dikerjakan kapan pun dan menyingkirkan yang sekiranya tidak penting.

3. KONSISTEN

Jika diawal Anda sudah membuat skala prioritas, Anda perlu konsisten dalam mengerjakan hal-hal yang ada di daftar skala priotitas tersebut.

4. FOKUS DENGAN APA YANG DIKERJAKAN

Usahakan Anda fokus dngan apa yang sudah Anda agendakan, jangan terkecoh dengan hal-hal yang ada di luar agenda apa lagi sesuatu yang sekiranya tidak penting untuk dilakukan.

5. JANGAN LUPA SISIPKAN HIBURAN!

Ingat! Fokus bukan berarti Anda hanya melakukan suatu kewajiban yang ada di agenda secara terus menerus. Kalau begitu gak ada habisnya dong? Nah, agar tidak stress Anda perlu sesekali menghibur diri Anda. Anda bisa melakukan hobi Anda, refreshing, olahraga, atau hanya sekedar jalan-jalan pada hari libur di Taman Kota. Lakukan apapun yang anda sukai dan sekiranya dapat menyegarkan otak dan fikiran Anda.

 

SUMBER:

https://translate.google.com/translate?hl=id&sl=en&u=https://en.wikipedia.org/wiki/Soft_skills&prev=search

http://karirakademi.com/karir-skill/time-management-introduksi/

https://www.maxmanroe.com/vid/manajemen/pengertian-manajemen-waktu.html

 

 

PENGERTIAN DAN PRINSIP-PRINSIP KOPERASI

Haiiii! Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai koperasi. Apasih koperasi itu? Banyak penjelasan mengenai koperasi contohnya seperti pengertian koperasi menurut KBBI, menurut para ahli, menurut undang-undang dan sebagainya. Mari simak penjelasannya di bawah ini.

Nah kalau kalian cari di internet “Koperasi” Wikipedia akan memberi penjelasan seperti di bawah ini.

Koperasi adalah sebuah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

Nah, untuk penjelasan lebih lengkapnya bisa dibaca penjelasan di bawah ini

PENGERTIAN KOPERASI MENURUT KBBI

Pengertian koperasi menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah perserikatan yang bertujuan memenuhi keperluan para anggotanya dengan cara menjual barang keperluan sehari-hari dengan harga murah dan tidak bermaksud mencari untung.

Ada 3 jenis-jenis koperasi menurut KBBI yang bisa didefinisikan yaitu :

• Koperasi konsumsi yaitu koperasi yang menyediakan keperluan sehari-hari bagi anggotanya.

• Koperasi produksi yaitu koperasi yang membuat barang dan dijual bersama.

• Koperasi simpan pinjam yaitu koperasi yang khusus bertujuan melayani atau mewajibkan anggotanya untuk menabung, di samping dapat memberikan pinjaman kepada anggotanya.

PENGERTIAN KOPERASI MENURUT UNDANG-UNDANG

UU No.12 / 1967

Menurut UU No.12 / 1967 pengertian koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.

UU No.25 / 1992

Menurut UU No.25 / 1992 pengertian koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau abdan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Berikut adalah kutipannya :

“ Dalam Undang-undang ini yang dimaksudkan dengan :

1. Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

2. Perkoperasian adalah segala sesuatu yang menyangkut kehidupan koperasi.

3. Koperasi Primer adalah koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang-seorang.

4. Koperasi Sekunder adalah Koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan koperasi.

6. Gerakan Koperasi adalah keseluruhan organisasi koperasi dan kegiatan perkoperasian yang bersifat terpadu menuju tercapainya cita-cita bersama koperasi.

PENGERTIAN KOPERASI MENURUT PARA AHLI

1. Arifinal Chaniago

Koperasi adalah suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum, yang memberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.

2. Munkner

Koperasi adalah organisasi tolong menolong yang menjalankan ‘urusniaga’ secara kumpulan, yang berazaskan konsep tolong-menolong. Aktivitas dalam urusniaga semata-mata bertujuan ekonomi, bukan sosial seperti yang dikandung gotong royong.

4. P.J.V. Dooren

Koperasi tidaklah hanya kumpulan orang-orang, akan tetapi dapat juga merupakan kumpulan dari badan-badan hukum (corporate).

5. Dr. Fay

Koperasi adalah suatu perkumpulan beranggotakan orang-orang atau badan hukum, yang memberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.

PRINSIP-PRINSIP KOPERASI

Menurut Undang-undang No 25 tahun 1992, Pasal 5 Ayat 1 dan Ayat 2. Koperasi melaksanakan prinsip koperasi sebagai berikut:

1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka

2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis

3. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota

4. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal

5. Kemandirian

Dalam melaksanakan koperasi, maka koperasi melaksanakan pula prinsip koperasi sebagai berikut:

a. Pendidikan perkoperasian

b. Kerjasama antar koperasi

Prinsip koperasi merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan berkoperasi. Dengan melaksanakan keseluruhan hidup prinsip koperasi tersebut, koperasi mewujudkan dirinya sebagai badan usaha sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berwatak sosial.

Prinsip koperasi tersebut merupakan esensi dari dasar kerja koperasi koperasi sebagai badan usaha dan merupakan ciri khas dan jati diri koperasi yang membedakan koperasi dari badan usaha lainnya.

1. Sifat kesukarelaan dalam keanggotaan koperasi mengandung makna bahwa:

• Menjadi anggota koperasi tidak boleh dipaksakan oleh siapa pun.

• Seorang anggota dapat mengundurkan diri dari koperasinya sesuai dengan syarat yang ditentukan dalam Anggaran Dasar Koperasi.

Sedangkan sifat terbuka mengandung arti bahwa:

• Dalam keanggotaan tidak dilakukan pembatasan atau diskriminasi dalam bentuk apa pun.

2. Prinsip demokrasi menunjukkan bahwa:

• Pengelolaan koperasi dilakukan atas kehendak dan keputusan para anggota. Para anggota itulah yang memegang dan melaksanakan kekuasaan tertinggi dalam koperasi.

3. Pembagian sisa hasil usaha kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, namun juga berdasarkan pertimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi.

4. Modal dalam koperasi pada dasarnya dipergunakan untuk kemanfaatan anggota dan bukan untuk sekedar mencari keuntungan. Oleh karena itu balas jasa terhadap modal yang diberikan kepada para anggota juga terbatas, dan tidak didasarkan semata-mata atas besarnya modal yang diberikan. Yang dimaksud dengan “terbatas” adalah wajar dalam arti tidak melebihi suku bunga yang berlaku di pasar.

5. Kemandirian mengandung pengertian dapat berdiri sendiri, tanpa tergantung pada pihak lain yang dilandasi oleh kepercayaan kepada pertimbangan, keputusan dan usaha sendiri. Dalam kemandirian terkandung pula pengertian kebebasan yang bertanggungjawab, otonomi, swadaya, berani mempertanggungjawabkan, perbuatan sendiri dan kehendak untuk mengelola diri sendiri.

Di samping kelima prinsip sebagaimana dimaksud di atas, untuk pengembangan koperasi, juga dilaksanakan dua prinsip koperasi yang lain yaitu:

1. Pendidikan perkoperasian dan

2. Kerjasama antar koperasi.

Penyelenggaraan kedua hal di atas merupakan prinsip koperasi yang penting dalam meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan anggota dan memperkuat solidaritas dalam mewujudkan tujuan koperasi. Kerja sama dimaksud dapat dilakukan antar koperasi di tingkat lokal, regional, nasional dan internasional.

SUMBER:

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Koperasi

https://www.zonareferensi.com/pengertian-koperasi/

https://www.google.co.id/amp/s/thidiweb.com/pengertian-koperasi/amp/

https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/03/pengertian-koperasi-menurut-para-ahli-terlengkap.html

http://penabulucooperative.org/prinsip-koperasi/