LEASING

Sewa Guna Usaha atau disingkat dengan SGU (Bahasa Inggris: leasing) adalah kegiatan pembiayaan dengan menyediakan barang atau modal yang dilakukan selama jangka waktu tertentu, baik dengan hak opsi (finance lease) maupun tanpa hak opsi (operating lease) untuk digunakan oleh penyewa guna usaha (lessee) berdasarkan pembayaran secara angsuran. Hak opsi adalah hak untuk membeli objek sewa guna usaha setelah berakhirnya perjanjian berdasarkan nilai sisa yang disepakati bersama.

Kegiatan leasing ini telah diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia NOMOR: 1169/KMK.01/1991 tentang kegiatan sewa guna usaha (leasing).

Pengadaan barang modal dapat juga dilakukan dengan cara membeli barang penyewa guna usaha yang kemudian disewagunausahakan kembali. Sepanjang perjanjian SGU, hak milik atas barang modal berada pada perusahaan pembiayaan.

Contoh Perusahaan Leasing dan Sistem Operasinya

Visi

Menjadi penyedia solusi keuangan terpercaya, yang memberikan kontribusi positif terhadap transformasi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.


Misi

Memberikan solusi keuangan yang inovatif, berkualitas tinggi dan komprehensif, sesuai dengan prinsip kepatuhan, yang menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dan semua pemangku kepentingan.

Tentang Perusahaan

Didirikan tahun 1990, pada awalnya Perusahaan ini bernama PT Summit Sinar Mas Finance, hasil kerjasama usaha antara PT Sinar Mas Multiartha dan Sumitomo Corporation, Jepang. Awalnya PT Summit Sinar Mas Finance memfokuskan aktivitas usaha pada sewa guna usaha. Namun di tahun 2003 PT Summit Sinar Mas Finance mengubah aktivitas usahanya menjadi perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor, sekaligus mengganti namanya menjadi PT Summit Oto Finance.

Sumitomo Corporation adalah perusahaan dagang Jepang yang terpadu (sogoshosha). Sebagai Pemegang saham utama, Sumitomo Corporation memberikan dukungan dan mengendalikan semua aspek usaha dari manajemen, treasury, keuangan hingga operasi. Dengan dukungan dari Sumitomo Corporation, PT Summit Oto Finance telah berhasil tumbuh dan meningkatkan pembiayaan motor serta memiliki kantor jaringan yang tersebar diseluruh Indonesia.

Usaha utama PT Summit Oto Finance adalah pada pembiayaan kepemilikan motor baru. PT Summit Oto Finance lebih berfokus kepada pelanggan perorangan daripada perusahaan, dengan tujuan penyebaran risiko. Sebagai perusahaan pembiayaan yang independen, PT Summit Oto Finance tidak memiliki keterkaitan dengan pabrikan, sehingga perusahaan memiliki keleluasaan untuk membiayai semua merek motor yang tersedia di pasar.

PT Summit Oto Finance juga telah menikmati pertumbuhan pasar motor domestik yang kuat dalam beberapa tahun terakhir, serta mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain terkemuka dalam pembiayaan motor. Dengan pedoman kinerja “3M + 1T” (Man, Management, Money plus Technology), Perusahaan berhasil memberikan pelayanan yang memuaskan kepada nasabahnya dan mencatat peningkatan kinerja yang signifikan selama tahun 2013.

Dalam usaha menyediakan layanan “one-stop service”, PT Summit Oto Finance mengembangkan web site (www.otofinance.co.id). PT Summit Oto Finance juga terus memperkuat system Teknologi Informasi dengan cara meningkatkan efisiensi dan produktivitas di kantor-kantor cabang dalam hal pelayanan pelanggan.

PT Summit Oto Finance senantiasa berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada para pelanggan. Sampai akhir 2013 PT Summit Oto Finance telah mengoperasikan 171 jaringan usaha yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu juga Perusahaan telah bekerjasama dengan bank – bank berjaringan nasional dan PT Pos Indonesia untuk penerimaan pembayaran angsuran yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pelanggan dalam hal pembayaran angsuran kredit.

Sumitomo Corporation sebagai pemegang saham utama PT Summit Oto Finance, berkomitmen untuk selalu memberikan dukungan pada PT Summit Oto Finance, baik dalam hal manajemen, pendanaan, pemasaran maupun operasional perusahaan.

Didukung modal yang kuat, tim manajemen yang handal, mitra usaha, pelanggan setia dan 8.953 karyawan, pada tahun 2013 PT Summit Oto Finance telah berhasil tumbuh dengan Total Aset sebesar Rp9,6 triliun, Total Ekuitas sebesar Rp3,3 triliun serta Laba Bersih sebesar Rp313,8 miliar. Pada bulan Desember 2013 Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memberikan peringkat idAA (Double A; Stable Outlook) untuk Perseroan dan Obligasi Summit

Benefit

Remunerasi

OTO Group memberikan paket remunerasi yang menarik dan kompetitif dengan perusahaan lain di bidang perbankan dan pembiayaan.

  • Gaji Pokok
  • Tunjangan Harian
  • Insentif yang Menarik *)
  • Bonus Tahunan
  • Motorcycle/Car Ownership Program *)

*) Untuk jabatan tertentu

Asuransi

Sejak hari pertama bergabung dengan OTO Group, Anda akan dilindungi dengan Asuransi Kesehatan.

  • Rawat Inap & Rawat Jalan
  • Pemeriksaan & Perawatan Gigi
  • Frame & Lensa Kacamata
  • Kecelakaan Kerja
BPJS

Setiap karyawan OTO Group terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.

Fasilitas Kerja

Berbagai fasilitas yang menunjang kinerja karyawan disediakan oleh OTO Group :

  • Iphone
  • Blackberry
  • Ipad
  • Laptop
  • Komputer
  • Lingkungan Kerja yang Nyaman
Jenjang Karir

OTO Group adalah perusahaan yang terus berkembang, sehingga membutuhkan kader-kader baru untuk menempati jabatan-jabatan strategis. Penghargaan dan promosi karyawan murni berdasarkan kinerja karena kami percaya sistem yang kompetitif dan sehat dapat membantu karyawan meraih prestasi terbaik mereka dan mencapai kesuksesan bersama perusahaan.

Pengembangan Diri

Karyawan adalah aset utama OTO Group. Setiap karyawan adalah pemain kunci yang memiliki peran dalam kesuksesan perusahaan. Oleh karena itu OTO Group memfasilitasi karyawan dengan berbagai program pelatihan yang berkualitas, baik di SAG Learning Center maupun lembaga training eksternal untuk mendukung pengembangan diri karyawan.

Nilai – Nilai Perusahaan

Filosofi Bisnis

    1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkesinambungan.

    2. Menerapkan proses bisnis yang efektif dengan budaya Perseroan yang baik dan bertanggung jawab.

    3. Menghasilkan keuntungan yang berkesinambungan bagi seluruh pemegang saham yang juga disertai dengan peningkatan kesejahteraan karyawan.

Nilai Dasar

Nilai dasar atau Core Value pada dasarnya merupakan nilai-nilai dan budaya perusahaan yang dirumuskan oleh manajemen. Oleh karena itu setiap karyawan dari level staff hingga jajaran manajemen harus menjalankan core value dalam pekerjaan sehari–hari sebagai salah satu kunci sukses berkarir di Perseroan. Perseroan percaya bahwa dengan budaya yang baik dan kuat akan menciptakan hasil yang baik pula. Adapun nilai-nilai dasar Perseroan adalah sebagai berikut :

Integritas

Perseroan sangat menghargai integritas. Kata integritas berasal dari kata integrité dari bahasa Perancis kuno yang artinya tidak bersalah, tidak bercela, kesucian, kemurnian, atau dari bahasa Latin integritatem (kata benda integritas) yang berarti kesehatan, keutuhan, kelengkapan, secara kiasan berarti kemurnian, kebenaran, tidak bercela, keseluruhan atau tidak terpisahkan. Bila dijabarkan secara lanjut, integritas berarti berani mengakui dan bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukan. Sikap integritas biasa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari dalam bentuk walk the talk yakni ada kesesuaian antara tindakan dan ucapan. Satu pikiran, kata dan perbuatan, konsisten, melakukan apa yang disampaikan. Bekerja bukan terpaksa atau karena diawasi oleh atasan namun sesuai hati nurani. Salah satu bagian dari integritas adalah kejujuran yaitu berbicara obyektif dan sesuai fakta, memberikan informasi sesuai dengan fakta yang sebenarnya tidak melebihkan atau tidak mengurangi informasi serta tidak memanipulasi data.

Menjunjung tinggi prinsip, nilai-nilai dan norma yang berlaku umum juga merupakan bagian dari integritas. Prinsip adalah nilai-nilai yang disepakati kebenarannya oleh umat manusia semenjak beriburibu tahun yang lalu. Misalnya prinsip kejujuran, saling menghargai, sikap untuk tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya, tidak mencuri, tidak menggelapkan sesuatu, tidak melakukan korupsi (uang, barang atau waktu). Contoh lain dari integritas adalah tidak menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi dan merugikan Perseroan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Tidak Egois

Core Value kedua yaitu Selflessness atau tidak egois yaitu menggambarkan sikap seseorang dalam bekerja yang rendah hati, mau berbagi, dan berjiwa melayani. Ketika kita mengemukakan pendapat pada saat rapat dan pendapat kita ditolak karena dianggap tidak mewakili aspirasi karyawan yang lain, disaat itulah kita harus bisa menerima keputusan akhir yang sesuai dengan kepentingan banyak orang. Sikap selflessness biasa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari seperti tidak mementingkan diri sendiri, rela berkorban untuk orang lain, tidak iri hati melihat kesuksesan dan kemajuan orang lain, atau bahkan mau berbagi resep kesuksesan kepada rekan kerjanya, bukan menutup-nutupinya. Justru kesuksesan dan kemajuan orang lain bisa digunakan sebagai pemacu motivasi agar bisa lebih baik.

Komitmen Yang Kuat

Strong Commitment atau komitmen yang kuat adalah core value ketiga Perseroan yang menggambarkan sifat seseorang yang bekerja dengan sungguhsungguh, disiplin serta bertanggung jawab atas pekerjaannya tersebut. Komitmen seorang karyawan terhadap Perseroan salah satunya tercermin dari kedisiplinannya, tidak datang terlambat dan menyelesaikan pekerjaan yang telah ditugaskan kepadanya.

Pantang Menyerah

Core value keempat dapat diartikan dengan pantang menyerah dan bekerja dengan tekad bulat, fokus pada tujuan serta gigih dalam mencoba. Seseorang yang memiliki sifat ini pada dasarnya memiliki keyakinan pada dirinya untuk bisa berhasil. Tidak mudah berputus asa meskipun banyak terdapat rintangan serta hambatan yang kerap datang kepadanya. Pantang menyerah timbul saat seseorang mengacu pada kebesaran tujuan, mimpi, cita-cita atau visi, sehingga setiap kesulitan yang datang apabila diingatkan kembali akan kebesaran tujuan, maka kesulitan-kesulitan tersebut akan dianggap sebagai tantangan.

Kerjasama Tim

Team work atau biasa disebut sebagai kerja sama tim artinya bekerja secara bahu-membahu sehingga tercipta suatu sinergi dikedua belah pihak yang bekerja sama. Target-target Perseroan, divisi, departemen dan cabang tidak bisa tercapai karena performa satu bagian saja. Target bersama hanya bisa tercapai dengan performa seluruh bagian. Keberhasilan Perseroan merupakan keberhasilan semua bagian, mulai dari kantor pusat, regional, dan cabang. Termasuk keberhasilan semua individu mulai dari bawahan hingga atasan. Kerja sama bukan berarti kita mencari orang-orang terbaik dan kuat, tetapi bagaimana menyatukan semua kelebihan yang dimiliki hingga akhirnya kekurangannya dapat tertutupi. Dengan begitu hasil yang diterima akan optimal dan bahkan lebih dari yang diharapkan.

SUMBER:

https://id.wikipedia.org/wiki/Sewa_guna_usaha

https://www.otofinance.co.id/

https://karir.oto.co.id/

LEASING

Sewa Guna Usaha atau disingkat dengan SGU (Bahasa Inggris: leasing) adalah kegiatan pembiayaan dengan menyediakan barang atau modal yang dilakukan selama jangka waktu tertentu, baik dengan hak opsi (finance lease) maupun tanpa hak opsi (operating lease) untuk digunakan oleh penyewa guna usaha (lessee) berdasarkan pembayaran secara angsuran. Hak opsi adalah hak untuk membeli objek sewa guna usaha setelah berakhirnya perjanjian berdasarkan nilai sisa yang disepakati bersama.

Kegiatan leasing ini telah diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia NOMOR: 1169/KMK.01/1991 tentang kegiatan sewa guna usaha (leasing).

Pengadaan barang modal dapat juga dilakukan dengan cara membeli barang penyewa guna usaha yang kemudian disewagunausahakan kembali. Sepanjang perjanjian SGU, hak milik atas barang modal berada pada perusahaan pembiayaan.

Contoh Perusahaan Leasing dan Sistem Operasinya

Visi

Menjadi penyedia solusi keuangan terpercaya, yang memberikan kontribusi positif terhadap transformasi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.


Misi

Memberikan solusi keuangan yang inovatif, berkualitas tinggi dan komprehensif, sesuai dengan prinsip kepatuhan, yang menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dan semua pemangku kepentingan.

Tentang Perusahaan

Didirikan tahun 1990, pada awalnya Perusahaan ini bernama PT Summit Sinar Mas Finance, hasil kerjasama usaha antara PT Sinar Mas Multiartha dan Sumitomo Corporation, Jepang. Awalnya PT Summit Sinar Mas Finance memfokuskan aktivitas usaha pada sewa guna usaha. Namun di tahun 2003 PT Summit Sinar Mas Finance mengubah aktivitas usahanya menjadi perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor, sekaligus mengganti namanya menjadi PT Summit Oto Finance.

Sumitomo Corporation adalah perusahaan dagang Jepang yang terpadu (sogoshosha). Sebagai Pemegang saham utama, Sumitomo Corporation memberikan dukungan dan mengendalikan semua aspek usaha dari manajemen, treasury, keuangan hingga operasi. Dengan dukungan dari Sumitomo Corporation, PT Summit Oto Finance telah berhasil tumbuh dan meningkatkan pembiayaan motor serta memiliki kantor jaringan yang tersebar diseluruh Indonesia.

Usaha utama PT Summit Oto Finance adalah pada pembiayaan kepemilikan motor baru. PT Summit Oto Finance lebih berfokus kepada pelanggan perorangan daripada perusahaan, dengan tujuan penyebaran risiko. Sebagai perusahaan pembiayaan yang independen, PT Summit Oto Finance tidak memiliki keterkaitan dengan pabrikan, sehingga perusahaan memiliki keleluasaan untuk membiayai semua merek motor yang tersedia di pasar.

PT Summit Oto Finance juga telah menikmati pertumbuhan pasar motor domestik yang kuat dalam beberapa tahun terakhir, serta mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain terkemuka dalam pembiayaan motor. Dengan pedoman kinerja “3M + 1T” (Man, Management, Money plus Technology), Perusahaan berhasil memberikan pelayanan yang memuaskan kepada nasabahnya dan mencatat peningkatan kinerja yang signifikan selama tahun 2013.

Dalam usaha menyediakan layanan “one-stop service”, PT Summit Oto Finance mengembangkan web site (www.otofinance.co.id). PT Summit Oto Finance juga terus memperkuat system Teknologi Informasi dengan cara meningkatkan efisiensi dan produktivitas di kantor-kantor cabang dalam hal pelayanan pelanggan.

PT Summit Oto Finance senantiasa berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada para pelanggan. Sampai akhir 2013 PT Summit Oto Finance telah mengoperasikan 171 jaringan usaha yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu juga Perusahaan telah bekerjasama dengan bank – bank berjaringan nasional dan PT Pos Indonesia untuk penerimaan pembayaran angsuran yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pelanggan dalam hal pembayaran angsuran kredit.

Sumitomo Corporation sebagai pemegang saham utama PT Summit Oto Finance, berkomitmen untuk selalu memberikan dukungan pada PT Summit Oto Finance, baik dalam hal manajemen, pendanaan, pemasaran maupun operasional perusahaan.

Didukung modal yang kuat, tim manajemen yang handal, mitra usaha, pelanggan setia dan 8.953 karyawan, pada tahun 2013 PT Summit Oto Finance telah berhasil tumbuh dengan Total Aset sebesar Rp9,6 triliun, Total Ekuitas sebesar Rp3,3 triliun serta Laba Bersih sebesar Rp313,8 miliar. Pada bulan Desember 2013 Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memberikan peringkat idAA (Double A; Stable Outlook) untuk Perseroan dan Obligasi Summit

Benefit

Remunerasi

OTO Group memberikan paket remunerasi yang menarik dan kompetitif dengan perusahaan lain di bidang perbankan dan pembiayaan.

  • Gaji Pokok
  • Tunjangan Harian
  • Insentif yang Menarik *)
  • Bonus Tahunan
  • Motorcycle/Car Ownership Program *)

*) Untuk jabatan tertentu

Asuransi

Sejak hari pertama bergabung dengan OTO Group, Anda akan dilindungi dengan Asuransi Kesehatan.

  • Rawat Inap & Rawat Jalan
  • Pemeriksaan & Perawatan Gigi
  • Frame & Lensa Kacamata
  • Kecelakaan Kerja
BPJS

Setiap karyawan OTO Group terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.

Fasilitas Kerja

Berbagai fasilitas yang menunjang kinerja karyawan disediakan oleh OTO Group :

  • Iphone
  • Blackberry
  • Ipad
  • Laptop
  • Komputer
  • Lingkungan Kerja yang Nyaman
Jenjang Karir

OTO Group adalah perusahaan yang terus berkembang, sehingga membutuhkan kader-kader baru untuk menempati jabatan-jabatan strategis. Penghargaan dan promosi karyawan murni berdasarkan kinerja karena kami percaya sistem yang kompetitif dan sehat dapat membantu karyawan meraih prestasi terbaik mereka dan mencapai kesuksesan bersama perusahaan.

Pengembangan Diri

Karyawan adalah aset utama OTO Group. Setiap karyawan adalah pemain kunci yang memiliki peran dalam kesuksesan perusahaan. Oleh karena itu OTO Group memfasilitasi karyawan dengan berbagai program pelatihan yang berkualitas, baik di SAG Learning Center maupun lembaga training eksternal untuk mendukung pengembangan diri karyawan.

Nilai – Nilai Perusahaan

Filosofi Bisnis

    1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkesinambungan.

    2. Menerapkan proses bisnis yang efektif dengan budaya Perseroan yang baik dan bertanggung jawab.

    3. Menghasilkan keuntungan yang berkesinambungan bagi seluruh pemegang saham yang juga disertai dengan peningkatan kesejahteraan karyawan.

Nilai Dasar

Nilai dasar atau Core Value pada dasarnya merupakan nilai-nilai dan budaya perusahaan yang dirumuskan oleh manajemen. Oleh karena itu setiap karyawan dari level staff hingga jajaran manajemen harus menjalankan core value dalam pekerjaan sehari–hari sebagai salah satu kunci sukses berkarir di Perseroan. Perseroan percaya bahwa dengan budaya yang baik dan kuat akan menciptakan hasil yang baik pula. Adapun nilai-nilai dasar Perseroan adalah sebagai berikut :

Integritas

Perseroan sangat menghargai integritas. Kata integritas berasal dari kata integrité dari bahasa Perancis kuno yang artinya tidak bersalah, tidak bercela, kesucian, kemurnian, atau dari bahasa Latin integritatem (kata benda integritas) yang berarti kesehatan, keutuhan, kelengkapan, secara kiasan berarti kemurnian, kebenaran, tidak bercela, keseluruhan atau tidak terpisahkan. Bila dijabarkan secara lanjut, integritas berarti berani mengakui dan bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukan. Sikap integritas biasa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari dalam bentuk walk the talk yakni ada kesesuaian antara tindakan dan ucapan. Satu pikiran, kata dan perbuatan, konsisten, melakukan apa yang disampaikan. Bekerja bukan terpaksa atau karena diawasi oleh atasan namun sesuai hati nurani. Salah satu bagian dari integritas adalah kejujuran yaitu berbicara obyektif dan sesuai fakta, memberikan informasi sesuai dengan fakta yang sebenarnya tidak melebihkan atau tidak mengurangi informasi serta tidak memanipulasi data.

Menjunjung tinggi prinsip, nilai-nilai dan norma yang berlaku umum juga merupakan bagian dari integritas. Prinsip adalah nilai-nilai yang disepakati kebenarannya oleh umat manusia semenjak beriburibu tahun yang lalu. Misalnya prinsip kejujuran, saling menghargai, sikap untuk tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya, tidak mencuri, tidak menggelapkan sesuatu, tidak melakukan korupsi (uang, barang atau waktu). Contoh lain dari integritas adalah tidak menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi dan merugikan Perseroan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Tidak Egois

Core Value kedua yaitu Selflessness atau tidak egois yaitu menggambarkan sikap seseorang dalam bekerja yang rendah hati, mau berbagi, dan berjiwa melayani. Ketika kita mengemukakan pendapat pada saat rapat dan pendapat kita ditolak karena dianggap tidak mewakili aspirasi karyawan yang lain, disaat itulah kita harus bisa menerima keputusan akhir yang sesuai dengan kepentingan banyak orang. Sikap selflessness biasa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari seperti tidak mementingkan diri sendiri, rela berkorban untuk orang lain, tidak iri hati melihat kesuksesan dan kemajuan orang lain, atau bahkan mau berbagi resep kesuksesan kepada rekan kerjanya, bukan menutup-nutupinya. Justru kesuksesan dan kemajuan orang lain bisa digunakan sebagai pemacu motivasi agar bisa lebih baik.

Komitmen Yang Kuat

Strong Commitment atau komitmen yang kuat adalah core value ketiga Perseroan yang menggambarkan sifat seseorang yang bekerja dengan sungguhsungguh, disiplin serta bertanggung jawab atas pekerjaannya tersebut. Komitmen seorang karyawan terhadap Perseroan salah satunya tercermin dari kedisiplinannya, tidak datang terlambat dan menyelesaikan pekerjaan yang telah ditugaskan kepadanya.

Pantang Menyerah

Core value keempat dapat diartikan dengan pantang menyerah dan bekerja dengan tekad bulat, fokus pada tujuan serta gigih dalam mencoba. Seseorang yang memiliki sifat ini pada dasarnya memiliki keyakinan pada dirinya untuk bisa berhasil. Tidak mudah berputus asa meskipun banyak terdapat rintangan serta hambatan yang kerap datang kepadanya. Pantang menyerah timbul saat seseorang mengacu pada kebesaran tujuan, mimpi, cita-cita atau visi, sehingga setiap kesulitan yang datang apabila diingatkan kembali akan kebesaran tujuan, maka kesulitan-kesulitan tersebut akan dianggap sebagai tantangan.

Kerjasama Tim

Team work atau biasa disebut sebagai kerja sama tim artinya bekerja secara bahu-membahu sehingga tercipta suatu sinergi dikedua belah pihak yang bekerja sama. Target-target Perseroan, divisi, departemen dan cabang tidak bisa tercapai karena performa satu bagian saja. Target bersama hanya bisa tercapai dengan performa seluruh bagian. Keberhasilan Perseroan merupakan keberhasilan semua bagian, mulai dari kantor pusat, regional, dan cabang. Termasuk keberhasilan semua individu mulai dari bawahan hingga atasan. Kerja sama bukan berarti kita mencari orang-orang terbaik dan kuat, tetapi bagaimana menyatukan semua kelebihan yang dimiliki hingga akhirnya kekurangannya dapat tertutupi. Dengan begitu hasil yang diterima akan optimal dan bahkan lebih dari yang diharapkan.

SUMBER:

https://id.wikipedia.org/wiki/Sewa_guna_usaha

https://www.otofinance.co.id/

https://karir.oto.co.id/

Transformasi Publik Komunikasi

Transformasi adalah sebuah proses perubahan secara berangsur-angsur sehingga sampai pada tahap ultimate, perubahan yang dilakukan dengan cara memberi respon terhadap pengaruh unsur eksternal dan internal yang akan mengarahkan perubahan dari bentuk yang sudah dikenal sebelumnya melalui proses menggandakan secara berulang-ulang atau melipatgandakan.

Komunikasi Publik (Public Communication) adalah salah satu jenis atau bentuk komunikasi dari segi jumlah atau banyaknya komunikan (audiens) selain komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication), komunikasi antarpribadi (interpersonal communication), komunikasi kelompok (group communcation), dan komunikasi massa (mass communication).

Komunikasi Publik dikenal dengan banyak nama atau istilah, seperti urusan publik (public affairs), informasi publik (public information), dan hubungan publik (public relation) atau humas (hubungan masyarakat).

Karena jumlahnya audiens yang banyak, komunikasi publik juga sering diidentikkan dengan komunikasi massa, padahal keduanya berbeda dari segi saluran (channel). Komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa (communicating with media).

Transformasi Publik berarti perubahan secara berangsur angsur pada suatu bentuk komunikasi yang melibatkan banyak komunikan dan mengarahkan perubahan tersebut melalui proses menggandakan berulang-ulang atau melipatgandakan.

Langkah yang harus diambil  dalam transformasi publik komunikasi.

Transformasi publik komunikasi disini menitik beratkan pada bagaimana kita dapat beradaptasi pada suatu perubahan, terlebih lagi di era digital pada saat ini.

Komunikasi Publik selalu menjadi sorotan masyarakat belakangan ini. Bagaimana komunikasi publik memainkan peran dalam proses adaptasi kebiasaan baru menjadi topi menarik untuk didiskusikan. Dinamika komunikasi publik pada era digital di Indonesia saat ini masih berjuang pada mengedukasi masyarakat. Tingkat pengetahuan masyarakat saat ini yang cukup tinggi, masih perlu ditingkatkan kembali, hingga penyesuaian kebiasaan baru saat ini menjadi normal sosial di masyarakat.

Perilaku masyarakat belum berkorelasi dengan tingkat pengetahuan ini menjadi masalah baru dalam komunikasi publik di zaman sekarang ini. Menjadi tantangan besar bagi komunikasi publik untuk dapat menyelaraskan pengetahuan publik terhadap kemajuan yang ada dengan perilaku masyarakat.

Dengan begitu komunikan harus menanamkan nilai-nilai yang menggambarkan bahwa perubahan yang ada pada saat ini adalah kebiasaan yang kedepannya akan terus ada di masyarakat dan masyarakat perlu membiasakan diri terhadap perubahan yang ada, selain itu perubahan yang ada juga memudahkan kita dan membawa kita menuju titik yang lebih maju.

Pertama-tama komunikan bisa menentukan sasaran yang akan dituju, komunikan juga perlu mengenal dan memahami sasaran. Setelah itu komunikan bisa menentukan tujuan dan menentukan strategi apa penyampaian tersebut akan dilakukan. Lalu susun pesan-pesan yang akan disampaikan kepada audiens. pesan yang disampaikan harus mengandung motivasi yang membangun masyarakat serta cara untuk mencapainya. Terakhir, tentukan media apa yang efektif digunakan dalam menyampaikan informasi-informasi tersebut.

PERSONAL SELLING

Pengertian Personal Selling atau dalam bahasa Indonesia Penjualan Perorangan adalah sebuah komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka akan mencoba membelinya.

Personal selling menekankan pada komunikasi yang persuasif untuk bisa menggugah kemungkinan konsumen untuk melakukan pembelian. Dalam personal selling ini salesman akan mempromosikan produk dengan tujuan menginformasikan dan mendorong pelanggan untuk membeli atau setidaknya mereka mencoba produk tersebut.

Personal selling terjadi ketika perusahaan mengirimkan salesman mereka untuk menjual atau menawarkan produk dan layanan dengan langsung bertatap muka.

PERUSAHAAN YANG MENGGUNAKAN PERSONAL SELLING

Contohnya adalah PT. HM SAMPOERNA Tbk

Sudah diketahui bahwa PT. HM SAMPOERNA TbK sering kali melakukan personal selling terhadap produk rokoknya. Mulai dari tenaga-tega kerja yang sering berkeliling atau biasa kita sebut dengan SPG, hingga membuka booth stand di acara acara besar. Ada beberapa event yang diharuskan untuk melakukan penjualan produknya dilakukan dengan cara personal dan tatap muka dengan konsumen.

Dengan diadakannya event tertentu PT. HM SAMPOERNA TbK bisa dengan mudah mengetahui rokok merek apa saja yang dipakai oleh konsumen serta bisa langsung menawarkan untuk mengganti produk rokok kompetitor dengan produk mereka. Melalui event ini bisa didapatkan data data konsumen dan penggunaan rokok kompetitor seberapa besar.

Dengan adanya personal selling, seorang sales atau marketing yang bersangkutan bisa mengetahui bagaimana cara berkomunikasi yang benar dengan konsumen dan bagaimana melakukan pendekan yang terbaik sehingga konsumen nyaman untuk berinteraksi sampai didapatkan transaksi penjualan produk.

Manajemen Pemasaran Era Rev. Industri 4.0

1) Jelaskan interaksi pembeli dengan penjual !

2) Sebutkan dan jelaskan hubungan antara pembeli dengan penjual !

3) Jelaskan tentang customet Relantionship Management ( CRM ) menurut gambaran anda !

Jawab…

1)      Interaksi sosial antara penjual dan pembeli terjadi karenahubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan menguntungkan. Penjual membutuhkan pembeli untuk membeli barang dagangannya, dan pembeli membutuhkan penjual untuk menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan.

2)      * Hubungan yang terjalin karena transaksi
Dengan adanya perubahan waktu dan diikuti dengan persaingan harga produk dari pesaing lain, biasanya pihak penjual memiliki cara sendiri agar pelanggannya tidak pergi pada perusahaan lain, cara yang dilakukan pihak penjual biasanya akan memberikan / mengajak kesepakatan dalam bertransaksi misalnya dengan memberikan potongan harga kepada pelanggannya.


* Hubungan karena strategi pemasaran
Setelah meneliti target pasar mana yang akan dikuasai pihak penjual akan melakukan berbagai macam strategi sehingga banyak pihak yang tertarik akan produknya.

3) (Customer Relationship Management) mengombinasikan kebijakan, proses dan strategi yang diterapkan perusahaan menjadi satu kesatuan. Penggunaan CRM yaitu untuk melakukan interaksi dengan pelanggan dan juga untuk menelusuri informasi pelanggan. CRM adalah sebuah pendekatan baru untuk mengelola hubungan antara korporasi dengan pelanggan bisnis. Dengan hubungan ini, harapannya terdapat komunikasi dan pemasaran melalui pengelolaan berbagai kontak yang berbeda. Pendekatan ini dilakukan untuk meningkatkan loyalitas pelanggan kepada perusahaan dan juga nilai tambah yang terus menerus. 

Tujuan dari adalah untuk mengetahui sebanyak mungkin tentang bagaimana kebutuhan dan perilaku pelanggan, untuk selanjutnya memberikan sebuah pelayanan yang optimal dan mempertahankan hubungan yang sudah ada, karena kunci sukses dari bisnis sangat tergantung seberapa jauh kita tahu tentang pelanggan dan memenuhi kebutuhan mereka. Sulit bagi sebuah perusahaan untuk mencapai dan mempertahankan kepemimpinan dan profitabilitas tanpa melakukan fokus secara berkesinambungan yang dapat dilakukan pada CRM.
CRM menjangkau banyak bidang dalam organisasi, termasuk :

  1. Penjualan
  2. Layanan Pelanggan
  3. Pemasaran

Lingkungan Eksternal Bank Mandiri (Persero) Tbk

Sumber: https://statik.tempo.co/data/2018/02/06/id_682386/682386_720.jpg

SEJARAH

Bank Mandiri didirikan pada 2 Oktober 1998, sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank pemerintah — yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia — dilebur menjadi Bank Mandiri, dimana masing-masing bank tersebut memiliki peran yang tak terpisahkan dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Sampai dengan hari ini, Bank Mandiri meneruskan tradisi selama lebih dari 140 tahun memberikan kontribusi dalam dunia perbankan dan perekonomian Indonesia.

Bank Mandiri didirikan di Indonesia pada tanggal 2 Oktober 1998. Pada saat itu, pemerintah sedang berusaha menanggulangi krisis ekonomi regional sejak tahun 1997. Salah satu caranya adalah Pemerintah Republik Indonesia melakukan restrukturisasi bank, baik bank umum, swasta, ataupun pemerintah dengan bantuan International Monetary Fund (IMF), Bank Dunia, dan Asia Development Bank (ADB). Bank Mandiri juga mengalami restrukturasi dimana empat bank pemerintah yang berbeda digabungkan bersama dalam satu bank. Penggabungan atau merger empat bank tersebut dengan Bank Mandiri akhirnya dilakukan pada tanggal 31 Juli 1999.

Keempat bank yang digabungkan bersama Bank Mandiri merupakan bank-bank yang memiliki sejarah yang cukup panjang dan turut membentuk riwayat perbankan di Indonesia. Bank tersebut merupakan Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia, dan Bank Pembangunan Indonesia yang memiliki sejarah lebih dari 100 tahun lamanya.

Sekarang, Bank Mandiri telah menjadi salah satu perusahaan dan tempat kerja terbaik di dunia. Bank ini telah memberikan lapangan kerja bagi 36.737 karyawan dengan 457 kantor cabang dan 7 kantor cabang / perwakilan / perusahaan anak di luar negeri sampai Desember 2015. Selain itu, bank ini juga memiliki layanan distribusi yang dilengkapi dengan:

* 388 ATM

*957 ATM dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima, dan Visa / Plus

*861 mesin Electronic Data Capture (EDC)

*Jaringan elektronik yang terdiri dari Internet Banking, SMS Banking, dan Call Center

LINGKUNGAN EKSTERNAL PERUSAHAAN

1.      Politic (Politik)

Saat ini, perpolitikan Indonesia pasca pergantian presiden periode 2014 – 2019 belum sepenuhnya stabil. Hal ini tentunya berdampak pada lingkungan bisnis dan perbankan Indonesia. Gejolak politik akan memengaruhi para investor dan pelaku bisnis untuk berinvestasi di dalam negeri saat ini. Ditambah pula dengan baru saja dilantiknya jajaran kabinet Indonesia periode 2014 – 2019. Para investor pun hanya bisa memprediksi tanpa mengetahui bagaimana keadaan Indonesia sebenarnya. Keadaan ini dibuktikan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat dan menurunnya pergerakan saham Indonesia dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Salah satu faktor melemahnya nilai tukar rupiah diindikasikan karena belum adanya kepastian perkembangan ekonomi Indonesia.

Disamping itu, dengan masih labilnya politik, maka ini juga memengaruhi tingkat likuiditas perbankan, sehingga kondisi ini akan membuat ketidakpastian para investor yang bakal berinvestasi di Indonesia. Perbankan pun juga masih menunggu atas kebijakan yang akan dicanangkan pemerintah. Namun selama ini, kebijakan pemerintah terhadap perbankan belum ada perubahan yang signifikan.

2.      Economic (Ekonomi)

Kisruh Politik yang terjadi di Indonesia saat ini yang masih belum jelas akan berdampak secara ekonomi di Indonesia. Hal ini akan berdampak negatif , salah satu dampak negatif nya adalah akan menurunnya kepercayaan investor.

Kondisi persaingan perbankan yang semakin ketat diIndonesia untuk memperebutkan pelanggan akan membuat Bank mandiri selalu memikirkan berbagai strategi untuk menghadapi pesaing-pesaingnya, jika tidak maka kemingkinan terburuk akan terjadi. Beberapa competitor kuat Bank Mandiri seperti BCA dan BRI.

Adanya kenaikan harga minyak dunia  akan menimbulkan dampak negatif , kemungkinan terbesar yang akan terjadi adalah pemerintah tidak akan sanggupn untuk memberikan subsidi BBM lagi, yang nantinya akan membuat harga BBM meningkat, dan secara otomatis hal ini akan menyebabkan semakin tingginya inflasi yang akan berdampak buruk bagi perekenomian dan perbankan di Indonesia, termasuk bagi Bank Mandiri Tbk.

Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk menggunakan jasa Perbankan di Indonesia akan membuat adanya  peluang besar ekonomi  bagi Bank Mandiri.

3.      Social (Sosial)

Bank Mandiri telah melakukan transformasi budaya dengan menanamkan nilai-nilai budaya yang diterapkan pada pedoman kerja pegawai. Hal tersebut tercermin dari prestasi Bank Mandiri menjadi service leader perbankan nasional dengan menempati urutan pertama pelayanan prima selama empat tahun berturut-turut (tahun 2007, 2008, 2009 dan 2010) berdasarkan survey Marketing Research Indonesia ( MRI). Prestasi lain, Bank Mandiri juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak dalam penerapan Good Corporate Governance, dan dari dua pencapaian tersebut memiliki dengan korelasi dengan respon positif para investor tercermin dari peningkatan harga saham dari Bank Mandiri.

4.      Technology (Teknologi)

Bank mandiri adalah salah satu bank terbesar di Indonesia. Didalam pemanfaatan teknologi bank mandiri telah mengunakan layanan khusus yaitu layanan internet banking (e-Banking) yaitu layanan informasi dan tranksasi mobile yang fleksibel selama 24 jam sehari dimana nasabah mampu melakukan tranksasi melalui fasilitas internet. Tapi kenyataannya masih menghadapi cukup kendala yaitu masih banyak nasabah yang memilih layanan lain. Bahkan ada nasabah yang lebih senang datang ke bank mandiri untuk bertranksasi daripada melakukan tranksasi di layanan internet banking. Hal,ini bisa di sebabkan karena banyak masyarakat yang kurang mengerti tentang teknologi. Selain itu dengan mengunakan perkembangan teknologi maka, bank mampu menyimpan kapasitas data jauh lebih besar

Perkembangan teknologi juga berdampak pada persaingan antar bank. Selain itu berkembang pesatnya teknologi juga membuat kriminalitas cyber terjadi pada perbankan. Contoh cyber crime adalah key logger.

Di internet banking Mandiri aman dari bahaya key logger karena Bank mandiri saat ini sudah mengunakan token pin mandiri. Dengan fasilitas ini, rekening Anda tidak mungkin disalahgunakan meskipun informasi yang Anda masukkan telah tertangkap oleh keylogger. Token PIN Mandiri ini berfungsi untuk menghasilkan PIN yang selalu berganti (PIN Dinamis) setiap kali nasabah melakukan transaksi finansial. Kesimpulannya pengaruh dari perkembangan teknologi pun juga mampu memberikan manfaat walaupun sisi negatif terus bertambah seiring perkembangan teknologi.

5.      Environment (Lingkungan)

Secara geografis Indonesia diuntungkan dengan letaknya yang berada diantara 2 benua dan samudra. Hal ini akan mengu           ntungkan Indonesia dalam perdagangan dalam skala nasional dan internasional. Namun potensi bencana yang ada Indonesia cukup besar seperti Gempa bumi, gunung meletus, Tsunami dan lain sebagainya. Kondisi tersebut akan mempengaruhi kegiatan operasi dan keamanan Bank Mandiri. Hal ini dikarenakan cukup banyak kantor cabang Bank Mandiri berada di daerah yang rawan bencana.

6.      Law (Hukum)

Dengan adanya kerjasama yang baik antara BI dengan Pemerintah, serta sekarang adanya kerjasama dengan OJK (beberapa tugas BI sudah diambil alih oleh OJK) akan membuat BI dapat memantau terus perngaruh eksternal dan internal yang akan berdampak pada perekonomian  dan perbankan din Indonesia serta dapat menyusun strategi untuk selalu menjaga kestabilan pereknomian.

Adanya peraturan baru di tahun 2014 yaitu Peraturan Bank Indonesia Nomor 16/1/PBI/2014 tanggal 21 Januari 2014 tentang Perlindungan ​Konsumen Jasa Sistem Pembayaran Peraturan Bank Indonesia (PBI) ini terkait pengaturan mengenai  perlindungan konsumen jasa sistem pembayaran  yang dimaksudkan untuk mencerminkan prinsip-prinsip perlindungan konsumen. Dengan adanya peraturan tersebut diharapkan dapat membantu setiap konsumen pengguna jasa sistem pembayaran (contoh yang paling sederhana adalah pemegang kartu kredit atau ATM/debet) untuk memahami hak dan kewajibannya sebagai konsumen jasa sistem pembayaran. Kaitannya dengan bank Mandiri adalah bank Mandiri sebagai salah satu bank dengan jumlah ATM terbanyak yang tersebar di seluruh Indonesia harus memperhatikan regulasi baru ini karena ini nanti memiliki dampak terhadap kepercayaan konsumen lama maupun calon konsumen baru bank Mandiri untuk menggunakan produk mandiri.

Aina Dina Cisara

SUMBER:

https://www.bankmandiri.co.id/web/guest/profil-perusahaan

http://briyanworld.blogspot.com/2015/02/analisis-pestel-bank-mandiri-tbk.html

Manajemen Pemasaran Industri

1. Pengantar Pemasaran Industri

Sumber: https://i1.wp.com/www.maxmanroe.com/vid/wp-content/uploads/2017/11/Pengertian-Manajemen-Pemasaran.jpg?resize=640%2C346&ssl=1

1.1  Pemasaran

Pemasaran merupakan suatu proses sosial di mana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, mempertukarkan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya. Pemasaran ini mencakup periklanan, penjualan dan pengiriman produk ke konsumen atau perusahaan lain.

1.2  Kebutuhan

Setiap manusia yang hidup pasti memiliki kebutuhan, seperti kebutuhan primer, sekunder, dan tersier, yang diurutkan dari kepentingan dan dari mana yang lebih mendesak. Tingkat kepuasan yang ditimbulkan ketika kebutuhan telah terpenuhi adalah yang paling kecil dibandingkan ketika keinginan terpenuhi.Kesimpulannya, kebutuhan merupakan suatu keadaan akan sebagian dari pemuasan dasar yang dirasakan atau disadari.

1.3  Keinginan

Keinginan merupakan hasrat untuk memperoleh pemuas – pemuas tertentu untuk kebutuhan yang lebih mendalam.  Tanpa ada kebutuhan, maka tidak ada keinginan (walaupun manusia kadang menginginkan sesuatu yang tidak dibutuhkan). Ketika suatu produk dapat memenuhi keinginan manusia, maka produk itu akan memberikan nilai yang lebih tinggi, sehingga kita akan dapat memperoleh tingkat kepuasan yang lebih tinggi dari pada ketika kebutuhan kita terpenuhi.

1.4  Permintaan

Permintaan ini berasal dari permintaan barang dan jasa konsumen. Permintaan industri, karena itu, disebut permintaan turunan (derived demand). Kadang-kadang permintaan untuk produk industri disebut juga permintaan bersama (joint demand), karena permintaan produk tergantung pada penggunaannya bersama-sama dengan produk lainnya. Jadi, permintaan adalah keinginan terhadap produk – produk tertentu yang didukung oleh suatu kemampuan dan kemauan untuk membeli.

1.5  Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran merupakan analisis, perencanaan, penerapan dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun dan memperta hankan pertukaran dan hubungan yang menguntungkan dengan pasar sasaran untuk mencapai tujuan organisasi.

1.6  Pemasaran Industri

Pemasaran industri adalah kegiatan yang memfasilitasi terjadinya pertukaran produk dengan pelanggan dalam pasar produksi, mencangkup semua perusahaan yang membeli barang dan jasa industri.  Pemasaran industri berbeda dengan pemasaran produk konsumsi terutama dalam hal penggunanan produk dan konsumen yang dituju, dimana pemasaran industri mengarahkan produknya pada perusahaan yang akan menjual kembali produk tersebut, perusahaan yang membeli produk tersebut untuk membantu proses produksinya, dan lembaga atau organisasi yang membeli produk untuk membantu kegiatan operasionalnya.

1.7  Pemasaran Konsumen

Pemasaran konsumen adalah pemasaran barang dan jasa kepada individu keluarga dan rumah tangga. Pasar konsumen adalah pasar yang terdiri atas para konsumen akhir, yang di maksud adalah semua individu atau rumah tangga yang membeli atau mendapatkan barang atau jasa untuk pemakaian pribadi.

2. Pemasaran Industri VS Pemasaran Konsumen

Perbedaan pemasaran industri dengan pemasaran konsumen dapat dilihat dengan jelas berdasarkan karakteristiknya seperti karakteristik pemasaran, karakteristik pasar dan karakteristik hubungan antara penjual dan pembeli produk. Berikut adalah perbedaannya.

2.1  Pasar Industri

Pasar industri adalah semua organisasi yang memberi barang dan jasa untuk digunakan memproduksi barang dan jasa lain yang akan di jual, disediakan atau di pasok keperusahaan lain.

2.2   Pasar Konsumen

Pasar konsumen adalah pasar yang terdiri atas para konsumen akhir, yang di maksud adalah semua individu atau rumah tangga yang membeli atau mendapatkan barang atau jasa untuk pemakaian pribadi. 

2.3   Pembelian Organisasional

Pembelian Organisasional adalah proses pengambilan keputusan oleh organisasi formal dalam menetapkan kebutuhan produk, mengiden tifikasi menilai dan memilih berbagai alternatif merek dan pemasok.

2.4  Tiga Pasar Organisasi

Pasar Industri : semua organisasi yang memberi barang dan jasa untuk digunakan memproduksi barang dan jasa lain yang akan di jual, disediakan atau di pasok keperusahaan lain.

Pasar Penjual Kembali : Pasar penjual kembali atau Reseller market terdiri dari semua perorangan pasar dan organisasi yang membeli barang untuk dijual kembali atau disewakan dengan tujuan memperoleh laba.

Pasar Pemerintah : Pasar pemerintah (government market) terdiri dari pembelian pemerintah pusat dan daerah. Biasanya pemerintah adalah [konsumen] dan pembeli barang dan jasa individu terbesar di hampir setiap negara.

3. Perbedaan Pemasaran Industri dan Konsumen

   3.1 Pemasaran Industri

1.      Karakteristik pasar: Terkonsentrasi secara geografis, pembeli relatif lebih sedikit.

2.      Karakteristik produk:Kompleks, customized.

3.      Karakteristik promosi: Personal selling.

4. Karakteristik pelayanan:Sangat mementingkan pelayanan, waktu pengiriman dan ketersediaan.

5.      Karakteristik harga:Lelang kompetitif dan negosiasi.

6.      Perilaku pembeli:Melibatkan berbagai wilayah fungsional. Keputusan pembelian terutama didasarkan pada kinerja.

7.      Saluran distribusi:Lebih langsung.

3.2   Pemasaran Konsumen

1.      Karakteristik pasar:Tersebar secara geografis, merupakan pasar massal.

2.      Karakteristik produk:Lebih standar.

3.      Karakteristik promosi:Lebih ke advertising.

4.      Karakteristik pelayanan:Tidak terlalu mementing-kan pelayanan, waktu pengiriman dan ketersediaan.

5.      Karakteristik harga: List prices dan Maximum Retail Price (MRP).

6.      Perilaku pembeli: Melibatkan anggota keluarga keputusan pembelian lebih didasarkan kebutuhan fisiologis/sosial/psikologis.

7.      Saluran distribusi:  Tidak langsung dan berlapis.

Aina D Cisara

LEADERSHIP

Leadership skill memegang peranan penting dalam sebuah manajemen kepemimpinan.

Leadership skill adalah kemampuan seseorang untuk menginspirasi orang lain agar mau bertindak sesuai rencana demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Seseorang dengan jabatan tinggi dan memiliki banyak pengikut hendaknya telah menguasai leadership skill dengan baik. Pada kenyataannya, banyak yang tidak mempunyai kapasitas tersebut namun tetap dipercaya menjadi seorang pemimpin.

Hal ini terkadang menjadi bumerang tatkala pemimpin tersebut menghadapi masalah, ia akan cenderung menyalahkan orang lain bahkan lari dari tanggung jawab. Padahal, tugas pemimpinlah untuk menyelesaikan masalah tersebut, bukannya menimpakan kesalahan kepada anak buahnya.

Karakter pemimpin seperti di atas pasti banyak ditemukan di sekitar Anda. Sudah sepatutnya mereka dibekali leadership skill agar dapat menjadi sumber solusi, bukan sumber masalah.

Namun, seorang pemimpin bukanlah dia yang mampu melakukan apapun dan menyelesaikan semua masalah sendirian. Pemimpin sejati adalah pemimpin yang dapat mengarahkan anak buahnya dan memberikan jalan bagi mereka agar dapat menjadi pemimpin baru di masa depan.

Seorang pemimpin dapat dikatakan sukses jika ia berhasil melahirkan pemimpin. Ini adalah inti dari leadership skill.

 

6 Hal Paling Penting Untuk Meningkatkan Kemampuan Leadership

 

 KOMUNIKASI

Dalam bisnis, keterampilan komunikasi dibutuhkan untuk membangun hubungan profesional atau bekerja sama dengan siapa saja. Tanpa komunikasi yang baik, maka proses pertukaran informasi akan terganggu dan mempengaruhi efektivitas kerja.

 PERENCANAAN

Berbisnis memerlukan perencanaan agar bisnis dapat berjalan secara terarah dan bisa tepat sasaran saat mencapai tujuan. Dengan adanya perencanaan, Anda jadi tahu apa saja hal penting yang harus dilakukan.

 MEMOTIVASI

Motivasikan diri setiap hari dan bagikan semangat kerja kepada tim Anda. Jangan mudah putus asa dalam keadaan yang buruk sekalipun, karena segala masalah pasti akan ada solusinya.

 DELEGASI

Delegasikan tugas-tugas secara efektif dan pastikan Anda mengawasi mereka dalam bekerja. Pimpinlah tim Anda untuk dapat bekerja sama dalam melaksanakan setiap tanggung jawab yang ada.

 EMPATI

Dengan adanya empati dari pemimpin, Anda akan menyentuh sisi emosional karyawan. Kedekatan akan dibangun karena kepedulian Anda membuat mereka merasa diperlakukan secara manusiawi, bukan hanya dianggap sebagai alat untuk bekerja.

 INTEGRITAS

Sikap yang memancarkan kewibawaan. Integritas adalah kejujuran, yakni tentang apa yang Anda lakukan sama dengan apa yang Anda katakan.

 

 

SUMBER:

https://www.kubikleadership.com/leadership-skill-kunci-sukses-pemimpin/

http://entrepreneurcamp.id/meningkatkan-kemampuan-leadership/

 

PERCAYA DIRI

Percaya diri (self-confidence) adalah kemampuan individu untuk dapat memahami dan meyakini seluruh potensinya agar dapat dipergunakan dalam menghadapi penyesuaian diri dengan lingkungan hidupnya.

Orang yang percaya diri biasanya mempunyai inisiatif, kreatuf, dan optimis terhadap masa depan, mampu menyadari kelemahan dan kelebihan diri sendiri, berpikir positif, menganggap semua permasalahan pasti ada jalan keluarnya.

Orang yang tidak percaya diri ditandai dengan sikap-sikap yang cenderung melemahkan semangat hidupnya, seperti minder, pesimis, pasif, dan apatis.

 

Orang yang percaya diri dapat berkembang lebih baik daripada orang yang tidak percaya diri. Orang yang tidak percaya diri cenderung berpikiran negatif tentang kemampuannya, sehingga membuatnya tidak bisa mengembangkan potensi-potensi yang ada. Jadi orang yang percaya diri terlihat lebih unggul daripada orang yang tidak percaya diri, padahal belum tentu kemampuan yang dimilikinya lebih baik.

 

Dalam dunia kerja mengapa sih percaya diri itu penting? 

 

Apa yang membedakan orang yang percaya diri dengan yang tidak? Apa yang membuat rasa percaya diri bisa menjadi modal mencapai kesuksesan? Untuk menjawab hal tersebut, ada beberapa hal yang dapat kita perhatikan.

 

 Percaya diri dapat menumbuhkan motivasi

 

Motivasi yang kuat dibutuhkan untuk mencapai sebuah kesuksesan. Terkadang sebuah tujuan dan cara mencapainya sudah terlihat jelas, namun tersamarkan karena kurangnya motivasi.

Orang yang percaya diri memiliki motivasi yang kuat, sehingga mereka akan memperjuangkan tujuan atau target mereka dengan sungguh-sungguh karena yakin dapat mencapainya.

 

 Percaya diri membuat orang berpikir positif

 

Walaupun gagal meraih tujuan atau target, orang yang percaya diri tidak mudah menyerah karena mereka dapat berpikir positif terhadap segala sesuatu yang mereka hadapi.

Gagal tidak membuat mereka menyalahkan diri sendiri dan menyerah karena mereka yakin akan kemampuan yang mereka miliki. Hal tersebut membuat mereka mampu bangkit lebih cepat dibandingkan orang yang tidak percaya diri ketika mengalami kegagalan.

 

 Percaya diri dapat membangun hubungan sosial yang baik.

 

Orang yang percaya diri dapat berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya dengan baik, dan dengan yakin akan kemampuannya, mereka dapat meyakinkan orang lain terhadap kemampuan yang dimilikinya. Hubungan sosial yang baik membuat mereka lebih diakui dibandingkan dengan orang yang tidak percaya diri.

Kesuksesan identik dengan status sosial yang lebih tinggi. Status sosial adalah tempat atau posisi seseorang di masyarakat, dalam dunia kerja dapat dilihat dari jabatan yang dimiliki seseorang. Dengan lebih tingginya status sosial yang dipunyai seseorang, maka bisa dikatakan orang tersebut lebih sukses dari orang yang mempunyai status sosial di bawahnya.

Peluang untuk mendapat status sosial lebih tinggi akan lebih besar ketika kita mempunyai rasa percaya diri yang tinggi. Dengan percaya diri, kita membuka kesempatan orang lain untuk memberi kepercayaannya kepada kita, karena tidak akan ada orang yang percaya pada kita jika kita saja tidak percaya kepada diri sendiri.

 

SUMBER:

 

https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-berpikir/117558

http://cdc.eng.ui.ac.id/index.php/menu-artikel/931-pentingnya-rasa-percaya-diri-dalam-dunia-kerja.html

BENTUK ORGANISASI, HIRARKI TANGGUNG JAWAB DAN POLA MANAJEMEN KOPERASI

A. Bentuk Organisasi

 1. Bentuk organisasi koperasi menurut Hanel

Merupakan bentuk koperasi / organisasi yang tanpa memperhatikan bentuk hukum dan dapat didefiniskan dengan pengertian hokum

2. Bentuk organisasi koperasi menurut Ropke

Koperasi merupakan bentuk organisasi bisnis yang para anggotanya adalah juga pelanggar utama dari perusahaan tersebut.

3. Bentuk organisasi di Indonesia

Merupakan suatu susunan tanggung jawab para anggotanya yang melalui hubungan dan kerjasama dalam organisasi perusahaan tersebut.

 

B. Hirarki Tanggung Jawab

Dalam rapat anggota tugasnya memilih dan memberhentikan pengawas dan pengurus

1. Pengurus

Pengurus memberi kuasa kepada pengelola untuk mengatur dan mengembangkan usaha dengan efisien dan profesional, hubungannya dengan pengurus bersifat kontrak kerja, Diangkat dan diberhentikan oleh pengurus.
Tugas :
1. Mengelola koperasi dan usahanya
2. Mengajukan rancangan Rencana kerja, Budget dan belanja koperasi
3. Menyelenggarakan rapat anggota
4. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggung jawaban
5. Maintenance daftar anggota dan pengurus
Wewenang :
1. Mewakili koperasi didalam dan diluar pengadilan
2. Meningkatkan peran koperasi
 2. Pengawas

Pengawas  atau badan  pemeriksa  adalah  orang-orang   yang diangkat oleh forum rapat anggota untuk mengerjakan tugas pengawasan kepada pengurus.
Tiga hal penting yang diawasi dari pengurus oleh pengawas, yakni:
(a) keorganisasian;
(b) keusahaan;
(c) keuangan.

Tugas  pengawas  dalam  manajemen  koperasi  memiliki posisi strategis, mengingat secara tidak langsung, posisi-nya dapat menjadi pengaman dari ketidakjujuran, ketidaktepatan pengelolaan atau ketidakprofesionalan pengurus. Oleh sebab itu menjadi pengawas harus memiliki  per-syaratan kemampuan (kompentensi), yaitu:
a) kompentensi pribadi;
b) kompentensi profesional.

 C. Pola Manajemen

Koperasi seperti halnya organisasi yang lain membutuhkan pola manajemen yang baik agar tujuan koperasi tercapai dengan efektif dan efisien.

Untuk koperasi yang unit usahanya banyak dan luas, pengurus dimungkinkan mengangkat manajer dan karyawan. Manajer atau karyawan tidak harus anggota koperasi dan seyogyanya memang diambil dari luar koperasi supaya pengawasannya lebih mudah. Mereka bekerja karena ditugasi oleh pengurus, maka mereka juga bertanggung jawab kepada pengurus.  Di bawah ini akan dibahas mengenai beberapa pola manajemen koperasi yang nantinya akan membantu koperasi tersebut dalam mencapai tujuannya :

1. Perencanaan

Perencanaan merupakan proses dasar manajemen. Dalam perencanaan manajer memutuskan apa yang harus dilakukan, kapan harus dilakukan, bagaimana melakukan dan siapa yang harus melakukan. setiap organisasi memerlukan perencanaan. Baik organisasi yang bersifat kecil maupun besar sama saja membutuhkan perencanaan. Hanya dalam pelaksanaannya diperlukan penyesuaian-penyesuaian mengingat bentuk, tujuan dan luas organisasi yang bersangkutan.

Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang fleksibel, sebab perencanaan akan berbeda dalam situasi dan kondisi yang berubah-ubah di waktu yang akan datang. Apabila perlu dalam pelaksanaannya diadakan perencanaan kembali sehingga semakin cepat cita-cita/tujuan organisasi untuk dicapai.

Perencanaan dalam Koperasi :

Organisasi koperasi sama dengan organisasi yang lain, perlu dikelola dengan baik agar dapat mencapai tujuan akhir seefektif mungkin. Fungsi perencanaan merupakan fungsi manajemen yang sangat penting karena merupakan dasar bagi fungsi manajemen yang lain. Agar tujuan akhir koperasi dapat dicapai maka koperasi harus membuat rencana yang baik, dengan melalui beberapa langkah dasar pembuatan rencana yaitu menentukan tujuan organisasi, mengajukan beberapa alternatif cara mencapai tujuan tersebut dan kemudian alternatif-alternatif tersebut harus dikaji satu per satu baik buruknya sebelum diputuskan alternatif mana yang dipilih. Tipe rencana yang dapat diambil dalam koperasi dapat bermacam-macam tergantung pada jangka waktu dan jenjang atau tingkatan manajemen.

b. Pengorganisasian dan Struktur Organisasi

Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan di antara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai secara efisien. Pelaksanaan proses pengorganisasian akan mencerminkan struktur organisasi yang mencakup beberapa aspek penting seperti:

1. Pembagian kerja,
2. Departementasi
3. Bagan organisasi,
4. Rantai perintah dan kesatuan perintah,
5. Tingkat hierarki manajemen, dan
6. Struktur Organisasi dalam Koperasi :

Sebagai pengelola koperasi, pengurus menghadapi berbagai macam masalah yang harus diselesaikan. Masalah yang paling sulit adalah masalah yang timbul dari dalam dirinya sendiri, yaitu berupa keterbatasan. Keterbatasan dalam hal pengetahuan paling sering terjadi, sebab seorang pengurus harus diangkat oleh, dan dari anggota, sehingga belum tentu dia merupakan orang yang profesional di bidang perusahaan. Dengan kemampuannya yang terbatas, serta tingkat pendidikan yang terbatas pula, pengurus perlu mengangkat karyawan yang bertugas membantunya dalam mengelola koperasi agar pekerjaan koperasi dapat diselesaikan dengan baik.

Dengan masuknya berbagai pihak yang ikut membantu pengurus mengelola usaha koperasi, semakin kompleks pula struktur organisasi koperasi tersebut. Pemilihan bentuk struktur organisasi koperasi harus disesuaikan dengan macam usaha, volume usaha, maupun luas pasar dari produk yang dihasilkan. Pada prinsipnya semua bentuk organisasi baik, walaupun masing-masing mempunyai kelemahan.

1. Pengarahan

Pengarahan merupakan fungsi manajemen yang sangat penting. Sebab masing-masing orang yang bekerja di dalam suatu organisasi mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. Supaya kepentingan yang berbeda-beda tersebut tidak saling bertabrakan satu sama lain, maka pimpinan perusahaan harus dapat mengarahkannya untuk mencapai tujuan perusahaan.

Seorang karyawan dapat mempunyai prestasi kerja yang baik, apabila mempunyai motivasi. Maka dari itu, tugas pimpinan perusahaan adalah memotivasi karyawannya agar mereka menggunakan seluruh potensi yang ada dalam dirinya untuk mencapai hasil yang sebaik-baiknya. Supaya manajer atau pimpinan perusahan dapat memberikan pengarahan yang baik, pertama-tama ia harus mempunyai kemampuan untuk memimpin perusahaan dan harus pandai mengadakan komunikasi secara vertikal.
Manajemen Kepegawaian :

Seorang manajer kepegawaian adalah pembantu pengurus yang diserahi tugas mengurus administrasi kepegawaian, yang mencakup:

 Mendapatkan pegawai yang mau bekerja dalam koperasi,
 Meningkatkan kemampuan kerja pegawai,
 Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik sehingga para karyawan tersebut tidak bosan bekerja bahkan dapat meningkatkan prestasinya,
 Melaksanakan kebijaksanaan yang dibuat pengurus, mengawasi pelaksanaannya dan menyampaikan informasi maupun laporan kepada pengurus secara teratur,
 Memberikan saran-saran/usul-usul perbaikan.

 2. Pengawasan

Pengawasan adalah suatu usaha sistematik untuk membuat semua kegiatan perusahaan sesuai dengan rencana. Proses pengawasan dapat dilakukan dengan melalui beberapa tahap, yaitu menetapkan standar, membandingkan kegiatan yang dilaksanakan dengan standar yang sudah ditetapkan, mengukur penyimpangan-penyimpangan yang terjadi, kemudian mengambil tindakan koreksi apabila diperlukan. Setiap perusahaan mengadakan pengawasan dengan tujuan agar pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan.

Ada beberapa alasan yang dapat diberikan mengapa hampir setiap perusahaan menghendaki adanya proses pengawasan yang baik. Alasan-alasan tersebut antara lain:

 Manajer dapat lebih cepat mengantisipasi perubahan lingkungan,
 Perusahaan yang besar akan lebih mudah dikendalikan,
 Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh anggota organisasi dapat dikurangi.

 

Berdasarkan waktu melakukan pengawasan, dikenal ada tiga tipe pengawasan yaitu, feedforward controll, concurrent controll, dan feedback control.
Teknik dan Metode Pengawasan :

Secara garis besar pengawasan dapat dibagi menjadi dua, yaitu metode pengawasan kualitatif dan metode pengawasan kuantitatif. Pengawasan kualitatif dilakukan oleh manajer untuk menjaga performance organisasi secara keseluruhan, sikap serta performance karyawan. Metode pengawasan kuantitatif dilakukan dengan menggunakan data, biasanya digunakan untuk mengawasi kuantitas maupun kualitas produk. Ada beberapa cara yang biasa digunakan untuk mengadakan pengawasan kuantitatif, antara lain: dengan menggunakan anggaran, mengadakan auditing, analisis break even, analisis rasio dan sebagainya.

Kita dapat melihatnya dalam program keterkaitan yang dicanangkan sebagai Gerakan Nasional muncul  4 (empat) macam pola hubungan kemitraan, yaitu:

1. Pola Dagang

Keterkaitan merupakan hubungan dagang biasa antara produsen/koperasi dan pemasar/pengusaha.

1. Pola Vendor

Kerjasama dilakukan untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahan yang menjadi bapak angkat.

1. Pola Subkontrak

Kerjasama dilakukan dalam hubungan produk yang dihasilkan oleh koperasi menjadi bagian dalam sistem produksi bapak angkat.

1. Pola Pembinaan

Pola ini dikembangkan untuk memberi kesempatan kepada koperasi yang memiliki potensi produksi tetapi lemah dalam pemasaran

 

Sumber :

https://permatasadrina.wordpress.com/2016/10/08/bab-iii-bentuk-organisasi-hirarki-tanggung-jawab-pola-manajemen/